Kerinci, oegopost.id – Pemerintah melepas pengiriman ekspor kopi kerinci jambi sebesar 7 ton ke Kanada senilai Rp1,2 miliar. Pejabat daerah meresmikan momen penting ini di tengah kemeriahan festival lokal.
Panitia menggelar pelepasan ekspor pada Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Desa Batang Sangir. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah membuka acara tersebut mewakili Gubernur Jambi Al Haris.
Perluasan Pasar Global Dan Kerja Sama Bisnis Internasional
Pelaku usaha juga mengirim komoditas unggulan ini ke Malaysia dengan volume 7 ton bernilai Rp1,2 miliar. Pengiriman paralel ini membuktikan permintaan kopi Sumatra yang terus meningkat di kawasan Asia Tenggara.
PT Alko memperkuat penetrasi pasar global lewat kerja sama dengan Royal Coffee asal Amerika Serikat. Kedua pihak menandatangani kesepakatan bernilai Rp6,5 miliar untuk pengiriman dua kontainer kopi.
Perusahaan menjadwalkan pengiriman dua kontainer tersebut pada bulan Oktober dan November 2026 mendatang. Penandatanganan kontrak jual beli ini menjadi bukti kualitas komoditas lokal di mata pembeli internasional.
Ariansyah mengapresiasi keberhasilan para petani dalam menembus pasar komoditas internasional yang sangat kompetitif. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah taktis para pelaku usaha perkebunan.
Pemerintah provinsi mendorong pengembanan ekosistem perkebunan dari hulu hingga ke hilir secara konsisten. Ariansyah mengingatkan bahwa pihak terkait tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan volume produksi semata.
Pengelola perkebunan harus memperhatikan budidaya, pengelolaan pascapanen, standardisasi mutu, hingga strategi promosi merek. Langkah menyeluruh ini akan membuka jalan bagi perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri.
Dukungan Pembiayaan Agroforestri Untuk Petani Kopi Kerinci
Festival lokal ini mampu menggerakkan roda ekonomi warga melalui sektor UMKM dan pariwisata daerah. Kegiatan komersial tersebut juga membuka lapangan kerja baru serta memberdayakan anak-anak muda lokal.
Pemerintah daerah memproyeksikan kawasan perkebunan ini sebagai destinasi agrowisata berbasis kebudayaan setempat. Konsep ini memadukan keindahan alam pegunungan Kerinci dengan kearifan lokal masyarakat dalam bertani.
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup menyalurkan dana bantuan agroforestri untuk mendukung produktivitas para petani. Lembaga pembiayaan ini menyasar Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di wilayah Kerinci.
Pengelola dana menyalurkan bantuan tahap awal senilai Rp1,5 miliar kepada 100 petani binaan. Bantuan modal kerja ini membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen sesuai standar komoditas ekspor.
Lembaga ini menargetkan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp37,5 miliar secara bertahap hingga tahun 2027. Skema pembiayaan jangka panjang ini menjamin keberlanjutan sektor perkebunan rakyat di Provinsi Jambi.
Acara pelepasan pengiriman komoditas ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Jambi dan Pemkab Kerinci. Pembeli internasional dari Amerika Serikat, Prancis, Vietnam, hingga Malaysia turut memeriahkan seremoni pelepasan ini.(ar)









