Jambi, oegopost.id – Badan Karantina Indonesia terus memperkuat langkah strategis guna mendorong ekspor pinang Jambi menembus pasar global. Lembaga negara tersebut memberikan pendampingan intensif bagi pelaku usaha agar produk lokal memenuhi standar internasional.
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina menggagas webinar series Go Ekspor setiap Rabu. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi mengangkat komoditas unggulan daerah tersebut.
Kepala ITPC Chennai Amesta Yisca Putri hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi. Pihaknya memaparkan potensi besar sekaligus tantangan ketat pasar India bagi eksportir lokal.
Tantangan Dan Peluang Pasar Ekspor India
India menetapkan tarif impor tinggi sebesar seratus persen bagi produk luar negeri. Pemerintah setempat juga menerapkan Minimum Import Price sebesar INR 351 per kilogram.
Eksportir wajib memahami seluruh regulasi keamanan pangan yang berlaku di negara tujuan tersebut. Pemenuhan aspek karantina menjadi kunci utama kelancaran arus barang ke luar negeri.
Lonjakan Nilai Pengiriman Tiga Tahun
Data sertifikasi Karantina Jambi mencatat lonjakan pengiriman signifikan dalam tiga tahun terakhir. Volume pengiriman melonjak dua kali lipat lebih dibanding periode sebelumnya.
Nilai pengiriman komoditas tersebut mencapai Rp632,8 miliar pada kurun waktu tahun 2024. Angka fantastis tersebut melesat naik hingga menyentuh Rp1,3 triliun sepanjang tahun 2025.
Kinerja positif berlanjut tatkala pengiriman periode tahun 2026 membukukan angka Rp787,9 miliar. Total volume produksi daerah mencapai 32.388 ton dari puluhan ribu petani lokal.
Peran Strategis Varietas Unggulan Daerah
Pemerintah daerah bersama instansi terkait meluncurkan berbagai program penguatan kapasitas petani. Varietas lokal unggulan bernama Pinang Betara memperkuat posisi tawar di pasar internasional.
Sertifikat Indikasi Geografis resmi terbit pada Juni tahun 2026 untuk varietas tersebut. Legitimasi hukum ini mendongkrak daya saing produk di kancah perdagangan luar negeri.
Pelaku usaha merasakan langsung manfaat pendampingan teknis dari instansi karantina setempat. Perusahaan eksportir PT Bintang Timur Serumpun mencatat ratusan kontainer pengiriman sukses diberangkatkan.
Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendorong program hilirisasi produk turunan secara bertahap. Kebijakan ini menghentikan ketergantungan pengiriman bahan mentah tanpa nilai tambah optimal.
Sinergi lintas sektor membangun ekosistem perdagangan yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Potensi lokal bertransformasi nyata menjadi prestasi gemilang di panggung global.(ar)









