Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Jambi, oegopost.id – Kinerja ekspor batu bara Jambi terus melemah hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor batu bara merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan itu ikut menekan capaian ekspor Provinsi Jambi secara keseluruhan.

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.

Komoditas Unggulan Alami Penurunan Nilai Ekspor Daerah

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan pelemahan sejumlah komoditas nonmigas memicu turunnya nilai ekspor daerah. Pinang, kopi, teh dan rempah-rempah, minyak nabati, karet beserta barang olahannya, kayu lapis, serta pulp dan kertas sama-sama mengalami penurunan ekspor.

Sebaliknya, komoditas minyak dan gas bumi (migas) mencatat pertumbuhan pada Mei 2026. Namun, kenaikan ekspor migas belum mampu mengimbangi penurunan berbagai komoditas unggulan tersebut.

“Nilai ekspor Provinsi Jambi pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan dipengaruhi oleh melemahnya ekspor sejumlah komoditas utama, sementara komoditas migas mengalami peningkatan,” ujar Aidil Adha dalam rilis resmi BPS yang dikutip pada Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026

Data tersebut menunjukkan pemulihan ekspor Jambi belum berlangsung merata. Sejumlah komoditas unggulan masih menghadapi tekanan sehingga nilai ekspor daerah ikut menurun.

Batu Bara Seret Pertumbuhan Sektor Pertambangan Jambi Hingga Kini

Kelompok pertambangan membukukan pertumbuhan bulanan sebesar 16,36 persen dengan nilai ekspor mencapai US$100,89 juta. Kenaikan ekspor gas alam mendorong pertumbuhan tersebut selama Mei 2026.

Di sisi lain, ekspor batu bara terus melemah sepanjang Januari hingga Mei 2026. BPS mencatat ekspor batu bara hanya menghasilkan US$6,08 juta selama lima bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut turun 81,78 persen dari US$33,39 juta pada periode yang sama tahun 2025. Penurunan tajam itu menjadi faktor utama yang melemahkan kinerja ekspor sektor pertambangan.

Selama Januari hingga Mei 2026, sektor pertambangan menghasilkan nilai ekspor sebesar US$375,07 juta. Nilai itu turun 15,72 persen dari capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Aidil Adha menegaskan penurunan ekspor migas dan batu bara ikut menekan kinerja sektor pertambangan secara kumulatif.

“Nilai ekspor kelompok pertambangan sampai dengan Mei 2026 di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya turun 15,72 persen. Hal ini dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor komoditas migas serta komoditas batu bara,” kata Aidil Adha.

Baca Juga :  Kemenkum Jambi Turun Langsung Cicipi Kopi Arabika Kerinci

Industri Pengolahan Pimpin Kontribusi Ekspor Provinsi Jambi Tetap

Kelompok industri pengolahan memimpin kontribusi ekspor Provinsi Jambi dengan porsi 50,12 persen. Sementara itu, sektor pertambangan menyumbang 45,13 persen sehingga tetap menempati posisi kedua.

Selama Januari hingga Mei 2026, Provinsi Jambi menghasilkan total nilai ekspor sebesar US$831,15 juta. Nilai tersebut turun 5,39 persen dari periode yang sama pada 2025.

Menurut BPS, Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat menjadi lima negara tujuan utama ekspor asal Provinsi Jambi pada Mei 2026. Negara-negara tersebut menyerap berbagai komoditas unggulan dari sektor industri maupun pertambangan.

Anjloknya ekspor batu bara menunjukkan sektor pertambangan Jambi masih menghadapi tantangan besar. Kenaikan ekspor migas belum mampu menutup penurunan tajam batu bara yang selama ini menjadi salah satu penopang perdagangan luar negeri daerah.

Kondisi tersebut juga menunjukkan proses pemulihan ekspor Jambi masih berlangsung bertahap. Peningkatan daya saing komoditas unggulan dan stabilitas permintaan pasar internasional akan menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekspor daerah pada periode berikutnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Mengenali Perbedaan Kain Batik Asli dan Tiruan
Daftar Aplikasi Penghasil Uang Terbaik Resmi Terbukti Membayar
Ekspor Perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha Pakai Fasilitas Kawasan Berikat Jambi
PTPN IV Regional IV Borong Enam Penghargaan National Tea Competition 2026
Kopi Kerinci Jambi Tembus Pasar Kanada Hingga Amerika Serikat
Karantina Jambi Genjot Ekspor Pinang Lewat Pendampingan UMKM
Penjualan Teh Kayu Aro Kemasan Melonjak Naik 7,18 Persen
Kemenkum Jambi Turun Langsung Cicipi Kopi Arabika Kerinci
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Cara Mengenali Perbedaan Kain Batik Asli dan Tiruan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Daftar Aplikasi Penghasil Uang Terbaik Resmi Terbukti Membayar

Kamis, 24 September 2026 - 14:34 WIB

Ekspor Perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha Pakai Fasilitas Kawasan Berikat Jambi

Sabtu, 19 September 2026 - 18:14 WIB

PTPN IV Regional IV Borong Enam Penghargaan National Tea Competition 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:14 WIB

Kopi Kerinci Jambi Tembus Pasar Kanada Hingga Amerika Serikat

Berita Terbaru