Warga Bukit Kerman Swadaya Perbaiki Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga dari lima desa di Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, Jambi, bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah dengan dana swadaya.( poto : jambione.com )

Warga dari lima desa di Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, Jambi, bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah dengan dana swadaya.( poto : jambione.com )

Kerinci, oegopost.id – Warga dari lima desa di Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, Jambi, bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah dengan dana swadaya.

Aksi ini muncul karena warga perbaiki jalan rusak setelah bertahun-tahun menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah yang belum kunjung datang.

Puluhan warga turun langsung ke lokasi sambil membawa alat sederhana untuk mengecor bagian jalan yang berlubang. Mereka mengumpulkan dana secara mandiri agar jalan tetap bisa digunakan masyarakat.

Jalan tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas warga setiap hari. Selain mendukung mobilitas masyarakat, jalan itu juga menjadi akses penting menuju Rumah Sakit Bukit Kerman.

Seorang warga mengaku kecewa karena kerusakan jalan berlangsung lama tanpa perbaikan.

Menurutnya, masyarakat sudah lama berharap pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi jalan yang menjadi kebutuhan dasar warga.

“Jalan ini sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Jalan ini akses masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit Bukit Kerman, tapi tidak pernah diperhatikan Bupati Kerinci. Karena mereka sibuk memperbaiki jalan Renah Pemetik,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Warga itu juga meminta pemerintah membagi perhatian pembangunan secara merata.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-81: Gubernur Al Haris Bentangkan 10.000 Merah Putih di Jembatan Gentala Arasy

“Kerinci tidak hanya di Siulak saja pak. Jangan hanya memikirkan jalan Renah Pemetik saja, coba lihat jalan kami di hilir, jalan menuju tempat berobat sudah rusak,” katanya.

Jalan Rusak Ganggu Mobilitas dan Akses Berobat

Kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas masyarakat berjalan lebih lambat. Pengendara harus mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati saat melintas.

Warga yang bekerja dan mengangkut hasil pertanian ikut merasakan dampaknya. Selain itu, masyarakat juga menghadapi kesulitan ketika ingin menuju fasilitas kesehatan.

Sekretaris Desa Pasar Kerman, Yoga, mengatakan masyarakat akhirnya memilih bergerak sendiri karena hampir sepuluh tahun jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan.

Ia menyebut warga sepakat mengumpulkan dana agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses transportasi tetap tersedia.

“Ya, kami terpaksa mengumpulkan dana dengan swadaya masyarakat, karena tidak kunjung diperbaiki.”

Yoga menegaskan bahwa jalan tersebut menjadi akses utama menuju Rumah Sakit Bukit Kerman dan jalur penting bagi warga yang hendak berobat ke Sungai Penuh.

“Padahal jalan ini akses utama menuju Rumah Sakit Bukit Kerman. Akibat jalan rusak, banyak warga yang kesulitan jika ingin berobat ke Sungai Penuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Janji Jangan Tinggal Janji: Kerinci dan Sungai Penuh Menunggu Bukti dari Al Haris

Usulan Musrenbang Belum Menghasilkan Perbaikan

Yoga menjelaskan pemerintah desa terus mengajukan perbaikan jalan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang tingkat kecamatan.

Menurutnya, desa selalu menempatkan perbaikan jalan sebagai kebutuhan paling mendesak karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Setiap Musrenbang, jalan ini yang prioritas utama kami usulkan. Tapi, katanya ada juga yang masuk dalam anggaran perbaikan.”

Namun hingga sekarang, perbaikan belum berjalan. Yoga menyebut efisiensi anggaran menjadi alasan yang sering muncul dalam pembahasan.

“Alasannya karena efisiensi anggaran. Padahal, jalan ini kan menunjang visi dan misi Pak Bupati, baik di bidang kesehatan maupun pertanian,” katanya.

Melalui aksi gotong royong ini, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dan memperbaiki jalan secara menyeluruh.

Jalan yang warga perbaiki secara swadaya membentang sekitar enam kilometer dan menjadi penghubung utama bagi masyarakat di Kecamatan Bukit Kerman.

Yoga berharap aksi masyarakat dapat mendorong pemerintah untuk memberi perhatian lebih besar terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

“Semoga tindakan dari masyarakat ini dapat menggugah hati Pemkab Kerinci untuk perbaiki jalan kami yang rusak,” tutupnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November
Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Kasi Intel dan Dandim Sarko
Mutasi Polri Jambi: Cek Daftar Lengkap PJU dan Kapolres Baru
Gubernur Al Haris Salurkan Bantuan Kebakaran Tungkal, Rumah Warga Dibedah
BMKG Rilis Cuaca Jambi Hari Ini: Sarolangun Hujan Petir
Al Haris Kukuhkan Debalang Negeri, Jaga Marwah Budaya Jambi
Al Haris Puji Saiful Roswandi Kembali Pimpin Ombudsman Jambi
Cuaca Jambi Hari Ini 3 November 2026: Hujan Ringan & Kabur
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:49 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November

Kamis, 5 November 2026 - 10:16 WIB

Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Kasi Intel dan Dandim Sarko

Kamis, 5 November 2026 - 09:14 WIB

Mutasi Polri Jambi: Cek Daftar Lengkap PJU dan Kapolres Baru

Kamis, 5 November 2026 - 08:24 WIB

Gubernur Al Haris Salurkan Bantuan Kebakaran Tungkal, Rumah Warga Dibedah

Kamis, 5 November 2026 - 08:09 WIB

BMKG Rilis Cuaca Jambi Hari Ini: Sarolangun Hujan Petir

Berita Terbaru

Infografis peta prakiraan cuaca 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk Jumat, 6 November.(poto: AI).

Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:49 WIB

Suasana pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saat IHSG melonjak hingga 2,76 persen.(poto: AI).

Ekonomi

IHSG Hari Ini Tembus Level 5.000, Rupiah Justru Melemah

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:31 WIB

Seorang pekerja memeriksa status penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui smartphone di sela jam istirahat.(poto: AI).

Ekonomi

Cara Cek BSU November 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:27 WIB