Jakarta, oegopost.id – Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi 30 ribu posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Pemerintah menjalankan program ini untuk mempercepat penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan terstruktur.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan ribuan koperasi desa segera beroperasi dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten. Ia menyebut pemerintah menyiapkan skema rekrutmen nasional agar proses seleksi berjalan terbuka dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Buka Seleksi Terbuka Tanpa Pungutan Biaya
Pemerintah membuka pendaftaran rekrutmen secara resmi dan memberikan kesempatan kepada lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan untuk mengikuti seleksi. Pemerintah menetapkan sejumlah syarat, antara lain usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75.
Panitia seleksi nasional mengelola seluruh proses pendaftaran secara transparan. Pemerintah juga menegaskan bahwa pelamar tidak perlu membayar biaya apa pun selama proses seleksi berlangsung. Langkah ini pemerintah ambil untuk memastikan akses yang adil bagi seluruh calon peserta dari berbagai daerah.
Tempatkan Peserta di BUMN dan Koperasi Desa
Pemerintah menempatkan peserta yang lolos seleksi di bawah pengelolaan PT Agrinas Pangan Nusantara selama masa kontrak awal. Peserta menjalani kontrak kerja berbasis PKWT selama dua tahun sebelum pemerintah menugaskan mereka ke koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.
Selama masa penugasan awal, peserta mengikuti pelatihan dan pembekalan untuk meningkatkan kemampuan manajerial koperasi. Pemerintah menilai tahap ini penting agar para manajer mampu mengelola koperasi secara efektif ketika mulai bertugas di desa.
Targetkan Penguatan Ekonomi Desa Berkelanjutan
Pemerintah menargetkan program ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri dan produktif. Pemerintah mendorong para manajer koperasi untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperkuat distribusi barang, serta meningkatkan akses permodalan masyarakat desa.
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah ingin koperasi desa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa keberadaan manajer profesional akan membantu koperasi beroperasi lebih modern, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan pembukaan rekrutmen ini, pemerintah berharap desa-desa di Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi dan menciptakan lapangan kerja baru secara luas.***









