Perokok Remaja Jambi Meningkat, Ancaman Nyata bagi Kesehatan Generasi Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perokok Remaja Jambi Meningkat: Ancaman Kesehatan dan Solusi Pencegahannya.( Ilustrasi Poto : AI ).

Perokok Remaja Jambi Meningkat: Ancaman Kesehatan dan Solusi Pencegahannya.( Ilustrasi Poto : AI ).

Jambi, oegopost.id – Tingginya jumlah perokok aktif, terutama di kalangan remaja, masih menjadi persoalan serius di Jambi. Berbagai peringatan bergambar pada bungkus rokok belum mampu menghentikan kebiasaan ini. Banyak orang tetap mengabaikan risiko dan terus merokok seolah hal tersebut tidak berbahaya.

Rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya. Di dalamnya terdapat nikotin, tar, dan karbon monoksida yang dapat merusak tubuh. Zat-zat ini meningkatkan risiko kanker paru-paru, penyakit jantung, serta gangguan pernapasan kronis. Dampaknya tidak hanya menyerang perokok aktif, tetapi juga membahayakan orang di sekitarnya.

Perokok pasif, termasuk anak-anak dan ibu hamil, ikut menghirup asap beracun. Kondisi ini memperbesar risiko gangguan kesehatan sejak dini, bahkan dapat memicu penyakit serius dalam jangka panjang.

Dosen Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jambi, Ary Irfan, menyatakan bahwa lingkungan dan rendahnya pemahaman masyarakat menjadi penyebab utama sulitnya menekan angka perokok. Ia menilai banyak orang masih menganggap merokok sebagai kebiasaan biasa, padahal dampaknya sangat berbahaya.

Baca Juga :  Tak Ada Ruang Curang! Kompolnas Awasi Seleksi Akpol di Jambi

Remaja Jadi Kelompok Paling Rentan

Remaja menjadi kelompok yang paling mudah terpengaruh. Tekanan dari teman sebaya dan paparan media mendorong rasa penasaran untuk mencoba rokok. Banyak remaja akhirnya mulai merokok tanpa memahami risiko jangka panjang yang mereka hadapi.

Padahal, masa remaja merupakan fase penting dalam pertumbuhan tubuh. Ketika zat beracun masuk ke dalam tubuh, organ-organ vital yang sedang berkembang dapat mengalami kerusakan. Dalam banyak kasus, kerusakan tersebut bersifat permanen dan sulit diperbaiki.

Upaya Pencegahan Belum Maksimal

Pemerintah sebenarnya telah mengambil berbagai langkah untuk menekan angka perokok. Mereka menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan menggelar kampanye kesehatan di sekolah-sekolah. Namun, upaya ini belum memberikan hasil optimal.

Rendahnya kesadaran individu menjadi hambatan utama. Banyak orang belum memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok, sehingga program pencegahan tidak berjalan efektif. Keluarga memegang peran penting dalam mencegah anak merokok sejak dini. Orang tua perlu memberikan contoh dengan tidak merokok di rumah. Selain itu, mereka harus membangun kebiasaan hidup sehat dalam lingkungan keluarga.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Sarolangun Jambi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Lingkungan yang sehat dapat membantu anak menjauhi rokok. Sebaliknya, lingkungan yang permisif justru mendorong anak untuk mencoba kebiasaan tersebut.

Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Upaya mengurangi jumlah perokok tidak bisa bergantung pada pemerintah saja. Tenaga pendidik, masyarakat, dan pemerintah daerah harus bekerja sama. Mereka perlu menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok dan mendukung gaya hidup sehat. Kesadaran bersama menjadi kunci utama. Jika semua pihak mengambil tindakan nyata, maka kualitas hidup generasi muda Jambi dapat terjaga dengan lebih baik.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak
RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055
Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla
Polisi Bongkar Mafia BBM Subsidi di Jambi, Operator SPBU Ikut Bermain
DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun
251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah
Orang Rimba dilibatkan, Bantu Cegah Karhutla Jambi
Muaro Jambi Raih Penghargaan Mitra Pemasyarakatan di HBP ke-62
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun

Selasa, 28 April 2026 - 05:00 WIB

251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB