Jambi, oegopost.id – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang serta potensi cuaca ekstrem Sarolangun Jambi 2026 masih akan mengguyur Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG Jambi, Muhammad Randy Herdyansyah HB, menjelaskan bahwa hujan berpeluang turun pada sore, malam, hingga dini hari. “Wilayah Sarolangun masih berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang, terutama pada sore hingga dini hari,” ujarnya, Minggu (26/4).
BMKG Pantau Potensi Hujan Hingga Tiga Hari ke Depan
BMKG mencatat kondisi atmosfer di wilayah Jambi masih cukup aktif sehingga memicu pembentukan awan hujan dan memperkuat potensi cuaca ekstrem Sarolangun Jambi 2026 dalam beberapa hari ke depan.BMKG juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Hujan yang turun sejak Sabtu (25/4) menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di Sarolangun. Kepala Pelaksana BPBD Sarolangun, Solahudin Nopri, melaporkan bahwa air merendam ratusan rumah warga di sejumlah titik.
Kecamatan Batangasai, Cermin Nan Gedang (CNG), dan Bathin VIII menjadi wilayah yang paling terdampak. Luapan Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi membuat air naik hingga mencapai dua meter di beberapa lokasi. Di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, air bahkan hampir menutupi bangunan rumah warga di sejumlah titik.
Infrastruktur Rusak dan Ratusan KK Terdampak
Camat Batangasai, Asmiati, menyampaikan bahwa banjir melanda tujuh desa di wilayahnya. Ia juga melaporkan satu jembatan penghubung antar dusun roboh akibat derasnya arus banjir. Di Desa Pekan Gedang, banjir merusak sejumlah rumah warga. Tercatat dua rumah terbawa arus, dua rumah rusak berat, dan tiga rumah rusak ringan. Sebanyak 93 kepala keluarga terdampak langsung.
Banjir juga menggenangi rumah warga di beberapa desa lain seperti Pulau Salak Baru, Paniban, Batu Empang, Muara Pemuat, Simpang Narso, serta area pasar di Gerabak yang masih dalam pendataan.
Air Mulai Surut, Warga Tetap Diminta Siaga
Kepala Desa Teluk Kecimbung, Abu Nawas, mengatakan banjir mulai masuk sejak Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Air sempat naik hingga dua meter dan merendam rumah serta jalan warga. Meski kondisi air mulai menurun pada pagi hari, pemerintah daerah tetap mengingatkan warga yang tinggal di dekat sungai untuk tetap waspada. BMKG juga menegaskan bahwa potensi hujan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.***









