Jakarta, oegopost.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat mendorong pengendara untuk lebih cermat mengelola konsumsi bahan bakar.
Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah eco-driving yang menekankan cara berkendara efisien.
Namun, sejumlah faktor teknis dan kebiasaan sehari-hari tetap membuat konsumsi BBM menjadi boros.
Data dan penjelasan dari Kompas.com melalui kanal otomotif menunjukkan bahwa masalah efisiensi BBM tidak hanya berasal dari mesin, tetapi juga perilaku pengemudi dan kondisi kendaraan.
Selain itu, Auto2000 juga menegaskan pentingnya perawatan rutin agar konsumsi bahan bakar tetap optimal.
Tekanan Ban yang Tidak Ideal
Tekanan udara ban yang kurang membuat mesin bekerja lebih berat. Kondisi ini semakin terasa saat kendaraan melaju di kemacetan dengan pola stop and go.
Akibatnya, konsumsi BBM meningkat karena gesekan dan hambatan jalan bertambah.
Beban Kendaraan Melebihi Kapasitas
Mobil yang membawa muatan berlebihan membutuhkan tenaga ekstra untuk bergerak.
Selain meningkatkan konsumsi bahan bakar, kondisi ini juga berdampak pada keselamatan dan umur komponen kendaraan.
Gaya Berkendara Agresif
Percepatan mendadak dan pengereman keras membuat mesin terus bekerja tidak stabil.
Sistem injeksi bahan bakar pun menyesuaikan kebutuhan tenaga dengan menyuntikkan BBM lebih banyak, sehingga konsumsi menjadi lebih tinggi.
Modifikasi yang Tidak Efisien
Perubahan seperti penggunaan velg besar, ban lebih lebar, atau penambahan aksesori dapat meningkatkan beban kendaraan.
Akibatnya, mesin memerlukan tenaga tambahan yang berdampak pada borosnya BBM.
Penggunaan BBM yang Tidak Sesuai
Setiap mesin memiliki rekomendasi jenis bahan bakar tertentu. Penggunaan BBM yang tidak sesuai dapat memicu knocking sehingga pengemudi menekan pedal gas lebih dalam, yang akhirnya meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Perawatan Mesin yang Terlambat
Keterlambatan mengganti oli membuat pelumasan mesin tidak optimal. Mesin bekerja lebih berat dan konsumsi BBM ikut meningkat. Hal ini sering diabaikan oleh pemilik kendaraan.
Tidak Menggunakan Mode ECO
Banyak mobil modern, termasuk produk dari Toyota, sudah dilengkapi mode ECO. Fitur ini membantu menekan konsumsi BBM dengan mengatur respons mesin agar lebih efisien dalam kondisi berkendara perkotaan.
Servis Berkala yang Terabaikan
Servis rutin membantu menjaga performa mesin tetap optimal. Pemeriksaan komponen seperti filter udara, sistem bahan bakar, dan kaki-kaki mobil sangat penting untuk menjaga efisiensi konsumsi BBM.
Kesimpulan
Efisiensi bahan bakar tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan, tetapi juga kebiasaan pengemudi dan kondisi mobil secara keseluruhan.
Dengan menerapkan perawatan rutin, berkendara lebih tenang, serta memanfaatkan fitur hemat BBM, pengeluaran bahan bakar dapat ditekan secara signifikan.(ar)
Sumber : KOMPAS.com









