Batang Hari, oegopost.id – Musim kemarau panjang memicu ancaman kekeringan hebat dan meningkatkan risiko kebakaran hutan lahan di wilayah Jambi. PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Jambi–Sumatera Barat langsung merespons ancaman cuaca ekstrem ini dengan menggelar aksi spiritual dan sosial.
Langkah Salat Istisqa PTPN IV menjadi bentuk ikhtiar bersama warga untuk memohon berkah hujan di tengah ancaman karhutla. Unit Kebun Batanghari memusatkan kegiatan ibadah bersama ini di lapangan kantor kebun pada Selasa pagi, 1 September 2026.
Masyarakat lokal memadati area lapangan bersama jajaran karyawan sejak pukul delapan pagi WIB untuk menunaikan ibadah. Doa bersama mengudara secara khusyuk agar bencana kekeringan yang melanda kawasan perkebunan segera berakhir.
Ulama setempat H. Muhammad Nur Shodiq memimpin pelaksanaan ibadah shalat sebagai imam di lokasi. Sementara itu, H. Khaidir Ali menyampaikan pesan-pesan khotbah yang mengajak jamaah memperbanyak doa dan muhasabah.
Manajer Kebun Batanghari Arief Kurniawan menghadiri langsung barisan jamaah shalat bersama para staf perusahaan. Pihak manajemen menegaskan bahwa kegiatan spiritual ini merupakan ikhtiar penting dalam mengetuk pintu langit.
Ikhtiar Spiritual dan Aksi Kepedulian Sosial PTPN IV
Perusahaan tidak hanya menggelar doa bersama, tetapi juga menyalurkan bantuan pangan secara langsung kepada masyarakat. Tim manajemen bergerak membagikan paket sembako usai pelaksanaan shalat berjamaah selesai digelar.
Asisten Personalia Kebun Andraw Nur Rahmad mendampingi proses penyaluran bantuan sosial ke pemukiman warga sekitar. Perusahaan menyasar warga di tiga desa tetangga, yaitu Desa Batin, Desa Awin, serta Desa Baru.
Setiap paket bantuan memuat beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram. Tim juga melengkapi bantuan dengan mi instan, teh, kopi, garam, serta sepuluh butir telur segar.
Manajemen PTPN IV berharap bantuan bahan pokok ini dapat meringankan beban harian warga terdampak kemarau. Pasokan air bersih yang mulai berkurang kini memicu kesulitan ekonomi bagi sebagian besar penduduk desa.
Aksi penyaluran sedekah ini melengkapi ikhtiar spiritual perusahaan dalam menjaga hubungan harmonis bersama lingkungan sekitar. Kepedulian sosial menjadi komitmen utama PTPN IV di tengah situasi sulit akibat bencana cuaca.
Harapan Hujan Redakan Risiko Bencana Karhutla Jambi
Arief Kurniawan menyatakan bahwa kehadiran hujan sangat vital untuk meredakan ancaman kabut asap di wilayah perkebunan. Guyuran air hujan akan membantu meng basahi lahan-lahan kering yang rawan terbakar.
Perusahaan terus bersiaga menghadapi potensi karhutla sambil memanjatkan doa bersama warga dan pemangku kepentingan. Kolaborasi antara karyawan dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga keamanan wilayah operasional.
Pelaksanaan Salat Istisqa juga berlangsung serentak di beberapa unit kebun PTPN IV Regional IV lainnya. Langkah serentak ini menunjukkan kebersamaan seluruh lini perusahaan dalam menghadapi tantangan musim kemarau.
Warga menyambut baik kepedulian perusahaan yang hadir memberikan bantuan nyata di tengah krisis air bersih. Kebersamaan dalam doa dan aksi sosial ini mempererat tali silaturahmi antara perusahaan dan pemukiman sekitar.
Manajemen berharap kondisi cuaca di Kabupaten Batanghari dan sekitarnya segera membaik dalam waktu dekat. Aktivitas harian masyarakat serta operasional perkebunan diharapkan dapat kembali berjalan normal tanpa ancaman bencana.(ar)









