Jambi, oegopost.id – Kinerja ekspor karet Provinsi Jambi mencatatkan pertumbuhan sangat positif pada periode Juni 2026. Capaian manis ini menjadi angin segar bagi perekonomian daerah di tengah pelemahan ekspor komoditas unggulan lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai pengiriman komoditas ini meningkat 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan permintaan dari tiga negara mitra utama menjadi pendorong utama kenaikan volume pengiriman barang tersebut.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha SE, ME, mengonfirmasi peningkatan nilai komoditas ini secara signifikan. Nilai pengiriman karet dan barang dari karet naik dari US$21,47 juta pada Mei 2026 menjadi US$27,41 juta pada Juni 2026.
Pihaknya menilai sektor ini berhasil menjadi penopang utama kinerja perdagangan luar negeri daerah. Pertumbuhan positif ini mampu menahan laju penurunan nilai total ekspor daerah yang sedang tertekan.
Pasar Luar Negeri Mendorong Kenaikan Permintaan Karet
Jepang masih memegang peranan penting sebagai negara tujuan utama bagi para eksportir lokal. Nilai pengiriman ke negara tersebut menembus angka US$14,22 juta pada periode yang sama.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 9,09 persen jika dibandingkan dengan hasil pada bulan sebelumnya. Permintaan konsisten dari pasar Jepang semakin memperkuat posisi komoditas perkebunan ini di pasar internasional.
Selain pasar tradisional Jepang, lonjakan transaksi yang sangat tinggi justru datang dari pasar Tiongkok. Para pelaku usaha berhasil memanfaatkan momentum peningkatan kebutuhan bahan baku manufaktur di negara tersebut.
Data BPS merekam lonjakan pengiriman ke Tiongkok hingga mencapai 301,20 persen dalam kurun satu bulan. Nilai perdagangan melesat drastis dari US$1,39 juta menjadi US$5,57 juta pada Juni 2026.
Tiongkok Dan Amerika Serikat Catat Pertumbuhan Tertinggi
Pasar Amerika Serikat juga menunjukkan tren peningkatan yang tidak kalah mengesankan pada periode ini. Pengiriman produk perkebunan ke negara adidaya tersebut meningkat pesat sebesar 69,81 persen.
Nilai transaksi dengan pembeli asal Amerika Serikat naik dari US$1,60 juta pada Mei menjadi US$2,72 juta. Kenaikan simultan dari tiga negara ini membuktikan kualitas komoditas daerah memiliki daya saing tinggi.
Pencapaian positif komoditas ini berbanding terbalik dengan kondisi total ekspor daerah secara keseluruhan. Pada periode Juni 2026, total nilai pengiriman barang Provinsi Jambi justru mengalami penurunan 2,02 persen.
Merosotnya total pengiriman terjadi akibat penurunan kinerja batu bara, migas, pinang, dan kayu lapis. Selain itu, pengiriman industri kertas dan pulp juga mengalami penurunan volume ke luar negeri.
Tantangan Kinerja Ekspor Kumulatif Semester Pertama 2026
Meski mencatat tren bulanan yang impresif, akumulasi pengiriman semester pertama masih menghadapi tantangan berat. Total nilai pengiriman sepanjang Januari hingga Juni 2026 baru menyentuh angka US$124,49 juta.
Capaian kumulatif tersebut tercatat masih turun 19,43 persen ketimbang periode yang sama tahun 2025 lalu. Pada semester pertama tahun lalu, BPS mencatat angka perolehan mencapai US$154,51 juta.
Meskipun demikian, komoditas ini tetap memegang peranan krusial dalam struktur perdagangan luar negeri daerah. Produk perkebunan ini menyumbang 12,18 persen terhadap total nilai pengiriman barang Provinsi Jambi selama semester pertama 2026.
Pemerintah daerah dan para pelaku usaha mengandalkan tren positif ini untuk memicu pemulihan ekonomi daerah. Peningkatan permintaan dari tiga negara tujuan utama diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.(ar)









