Solok Selatan, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyalurkan 264 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan Solok Selatan, Alvino Sendra, menyebut pemerintah daerah mengajukan 500 unit ke pusat. Pemerintah pusat kemudian menyetujui 264 unit untuk tahun ini.
Warga Terima Dana Rp20 Juta
Setiap penerima bantuan memperoleh Rp20 juta per rumah. Dana ini terbagi menjadi Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya tenaga kerja.
Tim Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan sudah memeriksa seluruh calon penerima di lapangan.
Pemerintah juga memberikan sosialisasi agar warga memahami proses pembangunan.
Pembangunan Ditargetkan Selesai 4 Bulan
Pemkab menargetkan perbaikan rumah selesai dalam empat bulan. Namun, kondisi cuaca dan lokasi dapat memengaruhi waktu pengerjaan.
Program ini menyasar rumah tidak layak huni di tujuh kecamatan di Solok Selatan. Pemerintah berharap kualitas hunian warga meningkat setelah program berjalan.
Pemkab Ajukan Tambahan ke Provinsi
Selain bantuan pusat, Pemkab Solok Selatan juga mengajukan 500 unit tambahan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah daerah masih menunggu persetujuan dari provinsi.
Alvino mengatakan pengajuan ini mengikuti arahan Gubernur Sumbar untuk memperluas program perumahan rakyat.
Tahun Sebelumnya 483 Rumah Tertangani
Pada 2025, pemerintah sudah memperbaiki 483 unit rumah di Solok Selatan. Program itu juga menyasar warga MBR di berbagai kecamatan.(ar)









