Merangin, oegopost.id – Penanganan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Simpang Margoyoso–Batas Tebo memasuki babak baru. Kejari Merangin selamatkan kerugian negara sebesar Rp1.137.199.538 atau sekitar Rp1,13 miliar dari proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2020.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin mengumumkan capaian tersebut dalam konferensi pers pada Kamis (2/7/2026). Penyidik menerima uang pengembalian itu sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung.
Kejari Merangin Tegaskan Penyidikan Korupsi Tetap Berjalan Hingga Tuntas
Kepala Kejaksaan Negeri Merangin, Yusmanelly, melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Tri Sutrisno mengatakan pengembalian kerugian negara menjadi langkah penting untuk memulihkan aset negara. Namun, langkah itu tidak menghentikan proses pidana.
Tri Sutrisno menegaskan penyidik tetap melanjutkan penyidikan meski pihak terkait mengembalikan kerugian negara.
“Pengembalian kerugian keuangan negara ini tidak serta-merta menghapus proses pidana yang sedang berjalan,” tegas Tri Sutrisno kepada awak media.
Penyidik terus mengusut dugaan penyimpangan anggaran pada proyek peningkatan Jalan Simpang Margoyoso–Batas Tebo. Proyek tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2020.
Penyidik Telusuri Peran Seluruh Pihak Dalam Dugaan Korupsi
Tri Sutrisno menjelaskan penyidik akan memeriksa seluruh pihak yang diduga memiliki peran dalam perkara tersebut. Pemeriksaan mencakup pihak perorangan maupun korporasi.
Penyidik tidak hanya mengejar pengembalian kerugian negara. Penyidik juga berupaya mengungkap dugaan tindak pidana dan meminta pertanggungjawaban setiap pihak sesuai ketentuan hukum.
Tri Sutrisno menegaskan tim penyidik bekerja secara profesional selama menangani perkara tersebut. Tim juga mengedepankan transparansi dan objektivitas pada setiap tahapan penyidikan.
“Kami berkomitmen mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
Pengembalian dana lebih dari Rp1 miliar menjadi salah satu hasil penting dalam penyidikan. Meski begitu, penyidik tetap mengembangkan perkara untuk menemukan seluruh fakta hukum.
Komitmen Kejari Merangin Perkuat Pemberantasan Korupsi Daerah Berkelanjutan
Kejari Merangin terus memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Merangin. Langkah itu sekaligus menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah.
Kejaksaan ingin memulihkan kerugian negara sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana korupsi. Karena itu, penyidik terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami setiap fakta yang muncul selama proses penyidikan.
Hingga kini, penyidik masih melanjutkan penanganan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Simpang Margoyoso–Batas Tebo. Kejari Merangin memastikan setiap tahapan berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel.
Kejaksaan juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara adil. Melalui langkah tersebut, Kejari Merangin berupaya melindungi keuangan negara sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.(ar)









