Kerinci, oegoppst.id – Revitalisasi Air Terjun Telun Berasap menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata. Ia meminta pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan segera memperbaiki fasilitas wisata di Kabupaten Kerinci. Langkah itu bertujuan menciptakan kawasan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Sejumlah Fasilitas Wisata Membutuhkan Perbaikan Demi Keselamatan Pengunjung
Hasil identifikasi lapangan menunjukkan banyak fasilitas masih membutuhkan perbaikan. Kondisi itu berpotensi mengurangi kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko bagi pengunjung.
Petugas menemukan tangga yang licin dan berlumut, handrail berkarat, serta drainase yang belum memadai. Dek pandang juga masih licin dan pagar pengaman perlu diperkuat.
Pengelola juga perlu menambah rambu keselamatan, fasilitas P3K, dan titik evakuasi darurat. Fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan standar keamanan kawasan wisata.
Ivan mengusulkan pembangunan tangga berpermukaan anti-slip. Ia juga mengusulkan pemasangan handrail antikarat, perbaikan drainase, pembangunan dek pandang yang lebih aman, penguatan lereng, penataan toilet, serta sistem pengelolaan sampah.
Program Rehabilitasi Dilaksanakan Bertahap Bersama Seluruh Pemangku Kepentingan
Pemerintah membagi program rehabilitasi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama berlangsung selama 30 hari.
Pada tahap awal, petugas membersihkan kawasan wisata, memasang rambu darurat, dan memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan ringan.
Tahap berikutnya berlangsung selama satu hingga empat bulan. Pemerintah akan memperbaiki tangga, drainase, pagar pengaman, dan dek pandang.
Setelah itu, pemerintah menata kawasan wisata beserta fasilitas pendukung. Pengelola juga akan menerapkan standar operasional keselamatan secara berkelanjutan.
Ivan turut mengusulkan perbaikan area parkir, loket tiket, gazebo, papan informasi, lampu tenaga surya, pos pengamanan, dan perlengkapan keselamatan wisata.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran tahap awal sekitar Rp1,025 miliar. Tim akan menyempurnakan nilai tersebut melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pelatihan Warga Perkuat Pengelolaan Wisata Berbasis Masyarakat Lokal
Ivan tidak hanya mendorong perbaikan infrastruktur. Ia juga mengusulkan pelatihan pengelolaan wisata berbasis masyarakat selama tiga hari bagi warga Desa Kayu Aro.
Pelatihan itu melibatkan pengelola warung, petugas parkir, pemandu wisata, Pokdarwis, BUMDes, dan pemerintah desa. Peserta akan mempelajari pelayanan wisata, manajemen parkir, prosedur keselamatan, dan pertolongan pertama.
Program tersebut mengajak Pemerintah Desa Kayu Aro, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, BPBD, Puskesmas, kepolisian, BUMDes, akademisi, Pokdarwis, DPRD, serta pihak yang menyalurkan program CSR.
Ivan menegaskan program itu bertujuan menciptakan kawasan wisata yang aman, bersih, tertib, dan profesional. Menurutnya, kondisi tersebut akan meningkatkan kepuasan wisatawan sekaligus menambah pendapatan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat Kayu Aro tidak hanya melihat wisatawan datang lalu pulang. Mereka harus menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi dari sektor ini. Ketika kawasan bersih, aman, dan pelayanan semakin baik, wisatawan akan datang kembali,” tegas Ivan.
Ia berharap Air Terjun Telun Berasap menjadi contoh pengembangan wisata alam berbasis masyarakat di Provinsi Jambi. Model itu mengutamakan keselamatan, kualitas pelayanan, dan pemberdayaan warga.(ar)









