Kota Jambi, oegopost.id – Wali Kota Jambi, Maulana, menargetkan APBD Kota Jambi 2026 mencapai Rp2,2 triliun. Pemerintah Kota Jambi akan mengejar target itu dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi berbagai sumber pendapatan yang masih memiliki potensi besar.
Maulana menyampaikan arahan tersebut saat memimpin Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan APBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2026 di Aula Bapperida Kota Jambi, Senin (6/7/2026). Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan bergerak lebih agresif menggali potensi PAD.
OPD Penghasil Pendapatan Diminta Lebih Agresif Optimalkan Potensi Daerah
Maulana menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) meningkatkan kinerja dalam mengoptimalkan penerimaan daerah.
Menurut Maulana, sektor periklanan, menara telekomunikasi (tower), jaringan internet, dan pemanfaatan aset daerah masih menyimpan peluang besar untuk menambah PAD.
“Potensi-potensi yang selama ini belum tergarap maksimal harus dioptimalkan. Jika PAD meningkat, kemampuan fiskal daerah juga akan semakin kuat untuk membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Maulana.
Ia menegaskan seluruh OPD harus memaksimalkan setiap peluang pendapatan yang masih terbuka. Peningkatan PAD akan memperkuat kemampuan fiskal daerah sekaligus memperluas ruang anggaran untuk menjalankan program prioritas.
Surplus APBD Tahun Lalu Perkuat Optimisme Pemerintah Daerah Maju
Keberhasilan APBD Tahun Anggaran 2025 memperkuat optimisme Pemerintah Kota Jambi dalam mengejar target baru. Saat menyampaikan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, Sabtu (4/7/2026), Maulana memaparkan kinerja pendapatan daerah.
Pemko Jambi memasang target pendapatan sebesar Rp1,980 triliun. Pemerintah kemudian membukukan pendapatan Rp2,013 triliun atau 101,68 persen dari target tersebut.
Pemerintah juga merealisasikan belanja dan transfer sebesar Rp1,848 triliun atau 92,75 persen dari pagu Rp1,992 triliun.
Kinerja itu mengubah proyeksi APBD Kota Jambi dari defisit Rp12,58 miliar menjadi surplus Rp165,21 miliar.
Pemerintah Kota Jambi juga melampaui target PAD. Pemerintah membukukan PAD sebesar Rp615,08 miliar atau 101,45 persen dari target Rp606,28 miliar.
Selain itu, pemerintah mencatat pendapatan transfer sebesar Rp1,398 triliun atau 101,78 persen dari target.
Pemerintah Dorong PAD Berkelanjutan Demi Perkuat Fiskal Daerah Kota
Maulana menjadikan capaian tersebut sebagai modal untuk menaikkan target pendapatan pada 2026. Ia meminta seluruh perangkat daerah yang mengelola pendapatan mempertahankan kinerja sekaligus membuka sumber PAD baru yang legal dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Jambi juga mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) per 31 Desember 2025 sebesar Rp177,67 miliar. Pada saat yang sama, nilai aset pemerintah daerah meningkat menjadi Rp5,637 triliun atau bertambah Rp384,03 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Maulana menilai tren positif itu memperkuat fondasi keuangan daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh OPD terus meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan.
Ia juga mengajak DPRD dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk meningkatkan PAD. Sinergi tersebut akan membantu Pemerintah Kota Jambi mencapai target APBD Kota Jambi 2026 sebesar Rp2,2 triliun.
Pemerintah Kota Jambi juga terus memperkuat pengelolaan keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Langkah itu akan menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(ar)









