Kasus Dugaan Pelanggaran Etik Dosen UIN STS Jambi Masih Berproses, Tim Etik Kumpulkan Bukti

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan kasus dugaan pelanggaran etik yang melibatkan oknum dosen Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi berinisial DK masih terus bergulir.( poto :tribunjambi.com)

Penanganan kasus dugaan pelanggaran etik yang melibatkan oknum dosen Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi berinisial DK masih terus bergulir.( poto :tribunjambi.com)

Jambi, oegopost.id – Tim etik di lingkungan dugaan pelanggaran etik dosen pada Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memproses pemeriksaan terhadap kasus yang melibatkan dosen berinisial DK.

Tim tersebut masih mengumpulkan keterangan saksi, dokumen, dan bukti untuk memastikan adanya pelanggaran kode etik atau tidak.

Kasus ini mencuat setelah penggerebekan di sebuah kamar kos di kawasan Telanaipura pada 1 Mei 2026. Peristiwa itu langsung menyebar di media sosial dan menarik perhatian publik karena melibatkan pejabat kampus.

Istri DK memergoki suaminya di kamar kos tersebut saat kejadian berlangsung. Video penggerebekan kemudian beredar luas dan memicu berbagai respons dari masyarakat.

DK menyampaikan bahwa ia tidak berada dalam kondisi hanya berdua di lokasi tersebut. Ia menegaskan terdapat tiga orang di dalam kamar kos saat peristiwa terjadi.

Setelah kejadian itu, aparat Polsek Telanaipura mengamankan DK bersama seorang perempuan untuk pemeriksaan awal. Petugas kemudian memeriksa keduanya selama sekitar 1×24 jam sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Anne Ratna Mustika Diperiksa Kejari Purwakarta Soal Gratifikasi

Tim Etik Kampus Terus Lakukan Pemeriksaan

Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr Pahmi, menyampaikan bahwa tim etik terus bergerak memeriksa semua pihak terkait kasus ini. Tim juga aktif mengumpulkan bukti untuk memperjelas duduk perkara.

Ia menjelaskan bahwa tim belum mengambil keputusan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Tim etik terus bekerja. Kami masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti,” kata Pahmi, Selasa (9/6/2026).

Tim kampus mencoba meminta keterangan dari istri DK sebagai pihak yang pertama kali mengetahui peristiwa tersebut. Namun, ia memilih menunjuk kuasa hukum untuk memberikan keterangan kepada tim.

Tim etik kemudian tetap melanjutkan proses klarifikasi melalui jalur hukum yang tersedia agar pemeriksaan tetap berjalan sesuai prosedur.

Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI menjadwalkan kunjungan ke Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada akhir Juni 2026. Tim dari pusat ini akan memeriksa dan mengonfirmasi perkembangan penanganan kasus di kampus.

Pihak kampus menyambut kedatangan Irjen Kemenag sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap proses yang sedang berjalan.

Baca Juga :  UIN STS Jambi Buka Pekan Lingkungan 2026 dengan Penanaman Pohon dan Sutha Fun Bike

Rektor Nonaktifkan DK dari Jabatan

Rektor Kasful Anwar langsung mengambil tindakan setelah kasus mencuat. Ia menonaktifkan DK dari jabatan Wakil Dekan Fakultas Syariah.

Kampus juga menghentikan sementara tugas DK sebagai dosen, termasuk kegiatan mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Langkah ini bertujuan menjaga objektivitas proses pemeriksaan.

Pihak Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menegaskan bahwa tindakan pribadi oknum dosen tidak mewakili nilai institusi. Manajemen kampus meminta maaf kepada publik atas perhatian luas yang muncul dari kasus ini.

Kampus juga menegaskan komitmennya menjaga integritas akademik, etika profesi, dan marwah lembaga pendidikan melalui proses investigasi yang masih berjalan.

Tim etik dan tim investigasi masih melanjutkan verifikasi internal tanpa menetapkan sanksi. Mereka terus mengumpulkan fakta untuk memastikan keputusan yang diambil berbasis data lengkap.

Hasil akhir pemeriksaan akan menentukan langkah lanjutan terhadap DK di lingkungan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi setelah seluruh proses selesai.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Bersaksi di PN Jaktim, Siap Tunjukkan Ijazah Asli UGM
Mengenal Rekam Jejak dan Fakta Karier Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Tersangka Sadap Prabowo, 3 Jenderal Resmi Ditahan
Kemenhut Jerat Dua Korporasi Karhutla, Satu Milik Singapura
MA Kabulkan Gugatan Suket Ijazah SMA Gibran
Korupsi DPRD Merangin: Kejati Sita 2 Mobil Hybrid dan Emas
Polisi Tangkap 8 Penyerang Mako Polres Merangin
Polda Jambi Sita 3,5 Kg Emas Ilegal dan Jerat 71 Tersangka
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:14 WIB

Mengenal Rekam Jejak dan Fakta Karier Listyo Sigit Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 07:04 WIB

Listyo Sigit Tersangka Sadap Prabowo, 3 Jenderal Resmi Ditahan

Minggu, 1 November 2026 - 09:38 WIB

Kemenhut Jerat Dua Korporasi Karhutla, Satu Milik Singapura

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:30 WIB

MA Kabulkan Gugatan Suket Ijazah SMA Gibran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Korupsi DPRD Merangin: Kejati Sita 2 Mobil Hybrid dan Emas

Berita Terbaru

Infografis peta prakiraan cuaca 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk Jumat, 6 November.(poto: AI).

Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:49 WIB

Suasana pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saat IHSG melonjak hingga 2,76 persen.(poto: AI).

Ekonomi

IHSG Hari Ini Tembus Level 5.000, Rupiah Justru Melemah

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:31 WIB

Seorang pekerja memeriksa status penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui smartphone di sela jam istirahat.(poto: AI).

Ekonomi

Cara Cek BSU November 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:27 WIB