Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, KPK: Belum Ada Keterkaitan Pidana

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama Raffi Ahmad ikut mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap importasi barang dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai( poto : tribunjambi.com )

Nama Raffi Ahmad ikut mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap importasi barang dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai( poto : tribunjambi.com )

Jakarta, oegopost.id – Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, muncul dalam sidang dugaan suap impor barang dan gratifikasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menggelar sidang tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) menegaskan bahwa penyidik belum menemukan bukti yang mengaitkan Raffi dengan tindak pidana dalam perkara itu.

KPK Jelaskan Fakta di Persidangan

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan nama Raffi muncul dari keterangan saksi di persidangan.

“Fakta itu memang ada, bahwa RA (Raffi Ahmad) menitip barang,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Senin (8/6/2026).

Ia menegaskan penyidik belum menindaklanjuti informasi itu lebih jauh.

Jaksa menghadirkan saksi Sri Pangastuti alias Tuti, pelaku usaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK). Ia memberi keterangan terkait komunikasi pengiriman barang dari Amerika Serikat ke Indonesia.

Baca Juga :  Penyerang Polisi Jambi Ditangkap di Simpang Rimbo, Polisi Dalami Motif Kejadian di Angso Duo

Asisten pimpinan Blueray Cargo menyampaikan rencana pengiriman saat Raffi Ahmad berada di Amerika Serikat. Barang yang disebut antara lain laptop dan iPhone.

“Siang Ibu Tuti, ada Raffi Ahmad di USA. Dia mau kirim laptop dan iPhone. IMEI mereka urus sendiri. Bisa atau tidak?” demikian isi pesan yang di bacakan jaksa.

Tuti mengatakan ia tidak memproses permintaan tersebut. Ia juga tidak mengetahui jalur pengiriman selanjutnya.

KPK Belum Dalami Lebih Lanjut

KPK menyatakan penyidik belum mengembangkan informasi itu dalam perkara suap Blueray Cargo yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan pihak swasta.

Taufik menjelaskan penyidik belum menemukan bukti yang menghubungkan informasi itu dengan dugaan suap.

“Kami belum menemukan kaitan langsung, jadi belum kami kembangkan,” ujarnya.

Hingga kini, KPK belum memanggil atau memeriksa Raffi Ahmad. Namun, KPK tetap membuka peluang jika muncul bukti baru di persidangan.

Baca Juga :  Jaringan Scam Internasional Bergeser ke Indonesia, 210 WNA Diamankan di Batam

“Jika fakta baru muncul, kami akan tindak lanjuti,” kata Taufik.

Kasus Suap Bea Cukai Berjalan

Kasus ini menyorot dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan barang impor melalui Blueray Cargo. Jaksa menilai ada pengaturan sistem kepabeanan yang memberi perlakuan khusus pada sejumlah pengiriman.

KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Mereka berasal dari pejabat Bea Cukai dan pihak swasta. Para tersangka di duga menerima fasilitas seperti hiburan, jam tangan mewah, dan kendaraan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidikan belum berhenti pada para tersangka yang sudah di tetapkan.

“Kami masih telusuri pihak lain yang mungkin terlibat,” ujarnya.

Saat ini, nama Raffi Ahmad masih sebatas muncul dalam fakta sidang. Ia belum berstatus saksi, tersangka, atau pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Sapi Muaro Jambi: Kasus 2024 Diusut, Dana 2025 Naik
Pungut Fee Miliaran, 7 Pejabat BBPJN Sumut Masuk Rutan KPK
Walpri Gubernur Kaltim Diperiksa Usai Kasus Dorong Mahasiswa
Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI
Buron Kasus Umrah Fiktif Jambi Ditangkap Polisi di Temanggung
Dugaan Mangkir Nusron Wahid ke Luar Negeri Picu Rencana Jemput Paksa KPK
Kasus Polisi Tembak Polisi di Tangsel Tewaskan Personel, Komisi III DPR dan Kompolnas Desak Evaluasi Total
Dua Polisi Jambi Dipecat Buntut Kasus Penipuan Rekrutmen Bintara
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Proyek Sapi Muaro Jambi: Kasus 2024 Diusut, Dana 2025 Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Pungut Fee Miliaran, 7 Pejabat BBPJN Sumut Masuk Rutan KPK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Walpri Gubernur Kaltim Diperiksa Usai Kasus Dorong Mahasiswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Buron Kasus Umrah Fiktif Jambi Ditangkap Polisi di Temanggung

Berita Terbaru

Jadwal sholat Kota Sungai Penuh Senin, 26 Oktober 2026 berlatar Masjid Agung Pondok Tinggi dan panorama bukit yang asri.(poto: AI).

Daerah

Jadwal Sholat Kota Sungai Penuh Hari Senin 26 Oktober 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 07:30 WIB

Gulai Keladi.(poto: youtube Alzam UA).

Daerah

Resep Gulai Keladi Khas Kerinci yang Gurih

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:45 WIB

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Ekonomi

Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:30 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Huda, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, pada Sabtu (24/10/2026).(poto: tribratanews.jambi.polri.go.id).

Daerah

Subuh Keliling di Jambi, Kapolda Ingatkan Narkoba Vape

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:23 WIB