Alasan 1 Juni Diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, Berawal dari Sidang Bersejarah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPUPKI berlangsung pada 1 Juni 1945. Saat itu, Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian menjadi tonggak sejarah lahirnya Pancasila.( Poto : istimewa)

BPUPKI berlangsung pada 1 Juni 1945. Saat itu, Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian menjadi tonggak sejarah lahirnya Pancasila.( Poto : istimewa)

Jakarta, oegopost.id – Setiap tahun, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni. Tanggal ini memiliki makna penting karena Soekarno pertama kali memperkenalkan konsep Pancasila dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Dari momen itulah perjalanan panjang dasar negara Indonesia dimulai hingga akhirnya menjadi fondasi bangsa yang digunakan sampai sekarang.

Banyak orang mengenal Pancasila sebagai dasar negara. Namun, tidak sedikit yang belum mengetahui alasan mengapa pemerintah memilih tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Jawabannya berkaitan langsung dengan salah satu peristiwa paling penting menjelang kemerdekaan Indonesia.

Jepang Bentuk BPUPKI Menjelang Kemerdekaan

Pada awal 1945, posisi Jepang dalam Perang Pasifik semakin terdesak. Untuk menarik dukungan rakyat Indonesia, Jepang menjanjikan kemerdekaan dan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pada 29 April 1945.

BPUPKI kemudian menggelar sidang pertama pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Dalam forum tersebut, para tokoh nasional berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai dasar negara yang akan menjadi landasan Indonesia setelah merdeka.

Masing-masing tokoh menyampaikan pandangan mereka. Mereka berusaha mencari rumusan yang mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang memiliki latar belakang berbeda.

Soekarno Perkenalkan Pancasila pada 1 Juni 1945

Puncak sidang BPUPKI berlangsung pada 1 Juni 1945. Saat itu, Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian menjadi tonggak sejarah lahirnya Pancasila.

Dalam pidatonya, Soekarno mengusulkan lima prinsip utama yang menurutnya cocok menjadi dasar negara Indonesia.

Baca Juga :  KPK selidiki kepala daerah dalam dugaan kasus korupsi

Kelima prinsip tersebut meliputi:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada kesempatan yang sama, Soekarno memperkenalkan istilah “Pancasila” untuk menyebut lima prinsip tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kata “panca” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti lima, sedangkan “sila” berarti dasar atau prinsip hidup.

Karena pidato itu menjadi momen pertama kemunculan konsep Pancasila di hadapan para tokoh bangsa, sejarah kemudian mencatat tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Panitia Sembilan Lanjutkan Perumusan Dasar Negara

Setelah sidang BPUPKI berakhir, para tokoh bangsa melanjutkan pembahasan mengenai dasar negara. Mereka membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan hasil diskusi menjadi naskah yang lebih lengkap.

Panitia Sembilan beranggotakan Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Agus Salim, A.A. Maramis, Achmad Soebardjo, Abdul Kahar Muzakkar, Abikoesno Tjokrosoejoso, dan Abdul Wahid Hasyim.

Tim tersebut kemudian menyusun Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Dokumen ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses lahirnya dasar negara Indonesia.

Meski begitu, beberapa tokoh masih menyampaikan masukan terhadap sejumlah rumusan yang ada. Mereka terus berdialog demi mencapai kesepakatan yang dapat diterima seluruh elemen bangsa.

Semangat Persatuan Melahirkan Rumusan Final

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, para pemimpin bangsa kembali mengadakan pembahasan penting melalui sidang PPKI.

Pada 18 Agustus 1945, Mohammad Hatta memimpin proses penyempurnaan rumusan dasar negara dalam pembukaan UUD 1945.

Baca Juga :  Selat Malaka Jalur Perdagangan Makin Penting di Tengah Ancaman Gangguan Jalur Energi

Dalam sidang tersebut, para peserta sepakat mengubah rumusan sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Keputusan itu menunjukkan semangat persatuan yang sangat kuat. Para pendiri bangsa memilih mengutamakan kepentingan nasional agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menerima dasar negara yang sama.

Hasil kesepakatan tersebut kemudian mengukuhkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Libur Nasional

Peringatan Hari Lahir Pancasila sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun, pemerintah baru menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional pada tahun 2016.

Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Sejak saat itu, pemerintah memasukkan tanggal tersebut ke dalam daftar hari libur nasional setiap tahun.

Berbagai instansi, sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat rutin mengadakan upacara serta kegiatan edukasi untuk memperingatinya.

Mengapa Hari Lahir Pancasila Masih Relevan?

Hari Lahir Pancasila tidak hanya mengingatkan masyarakat pada peristiwa sejarah. Peringatan ini juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memahami kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi bangsa.

Persatuan, kemanusiaan, musyawarah, keadilan sosial, dan ketuhanan tetap menjadi pedoman penting dalam kehidupan berbangsa hingga saat ini.

Karena itu, setiap tanggal 1 Juni menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firman Soebagyo Ingatkan Kebijakan Pemerintah, Swasta Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Prabowo Subianto Bertemu Emmanuel Macron di Paris, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis
Kenapa Nostalgia 2016 Ramai Lagi? Banyak Orang Rindu Internet yang Lebih Santai
Harga BBM Mei 2026 Berubah, Ini Daftar Terbaru di Pertamina dan SPBU Swasta
Bansos Mei 2026 Belum Masuk? Ini Jadwal Cair dan Cara Cek Status Penerima
100 Caption Hari Lahir Pancasila 2026 yang Banyak Dicari untuk Media Sosial
Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Polisi Bidik Pelat Nomor Modifikasi
Gempa Lombok Utara Dini Hari Bikin Warga Mataram Ikut Merasakan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB

Firman Soebagyo Ingatkan Kebijakan Pemerintah, Swasta Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Subianto Bertemu Emmanuel Macron di Paris, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kenapa Nostalgia 2016 Ramai Lagi? Banyak Orang Rindu Internet yang Lebih Santai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WIB

Harga BBM Mei 2026 Berubah, Ini Daftar Terbaru di Pertamina dan SPBU Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WIB

Bansos Mei 2026 Belum Masuk? Ini Jadwal Cair dan Cara Cek Status Penerima

Berita Terbaru