Merangin, oegopost.id – Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian korban sungai merangin setelah seorang remaja bernama Fakih (15) hilang terseret arus Sungai Batang Merangin saat mandi di Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Jumat sore (22/5/2026). Hingga hari kedua, petugas masih menyisir aliran sungai untuk menemukan korban.
Arus Sungai Tiba-Tiba Deras
Fakih awalnya mandi seperti biasa di Sungai Batang Merangin sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, arus sungai tiba-tiba menguat dan menyeret tubuhnya.
Warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba menolong. Sayangnya, derasnya arus membuat mereka tidak mampu menjangkau korban tepat waktu.
Raden dari BPBD Merangin mengatakan situasi berlangsung sangat cepat.
“Arus berubah mendadak dan sangat kuat, warga tidak sempat menyelamatkan korban,” ujarnya.
Warga Turun Tangan Lakukan Pencarian
Setelah kejadian, warga Desa Pulau Rengas langsung bergerak melakukan pencarian. Mereka menyisir tepian sungai menggunakan alat sederhana seperti bambu dan perahu kecil.
Beberapa warga bahkan bertahan hingga malam untuk mencari korban di sekitar lokasi jatuhnya Fakih. Namun, usaha mereka belum membuahkan hasil.
Karena kondisi semakin sulit, warga akhirnya melapor ke pihak berwenang agar pencarian bisa dilakukan lebih luas.
SAR Gabungan Perluas Area Pencarian
Begitu menerima laporan, tim dari Pos SAR Bungo langsung bergerak ke lokasi. Tim menempuh perjalanan sekitar 78,5 kilometer dan tiba setelah 1 jam 39 menit.
Pada hari kedua pencarian (H2), Sabtu (23/5/2026), tim gabungan langsung menggelar briefing pukul 07.00 WIB. Mereka menyusun strategi dan membagi area pencarian ke beberapa sektor.
Tim terdiri dari 7 personel Rescue Pos SAR Bungo, 6 personel BPBD Merangin, serta warga sekitar yang ikut membantu di lapangan.
Salah satu petugas menjelaskan fokus pencarian hari ini.
“Kami memperluas area penyisiran dan memetakan titik-titik arus yang berpotensi membawa korban,” katanya.
Kondisi Sungai Jadi Tantangan
Tim SAR menghadapi tantangan dari kondisi Sungai Batang Merangin yang arusnya berubah-ubah. Mereka harus bergerak hati-hati saat menyusuri sungai menggunakan perahu karet.
Selain itu, tim juga mengingatkan warga agar tidak mendekati titik arus deras, terutama anak-anak yang sering beraktivitas di sungai.
Hingga hari kedua, tim masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Fakih. Namun mereka tetap melanjutkan pencarian dengan memperluas area hingga ke hilir sungai.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama saat kondisi arus tidak stabil. Tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan Fakih dan berkomitmen melanjutkan pencarian sampai ada hasil.(ar)









