Merangin, oegopost.id – Program Subuh Keliling kembali menjadi sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Merangin.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Assa’adah, Lingkungan Pulau Kemang, Kelurahan Dusun Bangko, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri langsung Bupati Merangin M. Syukur bersama jajaran perangkat daerah serta ratusan warga.
Program ini tidak hanya menghadirkan kegiatan ibadah berjamaah, tetapi juga membuka ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung di lapangan.
Pemerintah Serap Aspirasi Warga di Masjid
Bupati M. Syukur memimpin langsung kegiatan Subuh Keliling tersebut. Usai salat subuh berjamaah di Masjid Assa’adah, ia berdialog dengan warga yang menyampaikan berbagai persoalan, terutama terkait infrastruktur dan layanan publik.
Pemerintah daerah memanfaatkan momen ini untuk mendengar keluhan warga secara langsung. Warga juga menyampaikan kondisi sejumlah jalan yang mulai rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.
Tinjau Jalan Kritis dan Rawan Longsor
Menindaklanjuti laporan warga, Bupati bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup langsung turun ke lapangan. Mereka meninjau beberapa titik jalan yang dilaporkan dalam kondisi kritis dan rawan longsor.
Pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons atas aspirasi yang muncul dalam dialog Subuh Keliling.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menerima laporan di forum formal, tetapi juga memastikan tindak lanjut langsung di lapangan.
M. Syukur menegaskan bahwa program Subling dirancang sebagai jembatan kedekatan antara pemerintah dan warga. Ia menilai komunikasi langsung di masjid memberikan gambaran nyata kondisi masyarakat di tingkat bawah.
Ia juga menekankan pentingnya masukan masyarakat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan daerah. Dengan cara ini, pemerintah dapat lebih tepat dalam menentukan prioritas pembangunan.
Sosialisasi Program Beasiswa dan Jaminan Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyosialisasikan program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Merangin. Bupati meminta orang tua segera mengajukan anak-anak yang memenuhi syarat agar dapat menerima bantuan pendidikan.
Selain itu, sektor kesehatan menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Merangin telah mengalokasikan anggaran hampir Rp18 miliar untuk program jaminan kesehatan dengan cakupan kepesertaan mencapai 94 persen.
Namun, pemerintah masih menemukan warga yang belum terdaftar dalam program tersebut sehingga kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Bupati meminta pihak kelurahan lebih aktif melakukan pendataan warga kurang mampu. Ia juga menginstruksikan koordinasi dengan Dinas Sosial agar warga segera masuk dalam sistem jaminan kesehatan.
Langkah ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan, terutama saat menghadapi kondisi darurat.
Peningkatan Layanan RSUD Merangin
Pemerintah daerah juga terus meningkatkan fasilitas kesehatan di RSUD Merangin. Rumah sakit ini kini memiliki peralatan medis modern seperti alat penanganan jantung, CT Scan yang segera beroperasi penuh, serta layanan hemodialisis dengan dukungan tenaga dokter spesialis.
Dengan peningkatan fasilitas tersebut, pasien di Merangin tidak perlu lagi di rujuk ke luar daerah seperti Muara Bungo, Jambi, atau Padang untuk mendapatkan layanan lanjutan.
Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Assa’adah juga diisi dengan penyaluran santunan kepada masyarakat. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga yang membutuhkan.
Acara ini turut di hadiri Ketua Lingkungan Pulau Kemang Armadiansyah serta jajaran OPD. Ratusan warga tampak memadati area masjid sejak dini hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.(ar)









