Jakarta, oegopost.id – Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia resmi berganti nama menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia mulai Jumat (22/5) lewat kerja sama naming rights antara Bank Syariah Indonesia (BSI) dan pengelola transportasi Jabodebek.
Perubahan ini jadi langkah baru penguatan branding sekaligus pengembangan transportasi publik modern di Jakarta.
Kerja Sama Naming Rights Resmi Dimulai
Peresmian nama baru stasiun ini melibatkan sejumlah pihak penting dari sektor transportasi dan perbankan BUMN. Hadir dalam acara tersebut jajaran dari Bank Syariah Indonesia, Kereta Api Indonesia, hingga pengelola LRT Jabodebek.
Kerja sama ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi bagian dari strategi naming rights untuk mengoptimalkan aset transportasi publik. Selain itu, langkah ini juga mendukung pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Stasiun LRT Dukuh Atas dikenal sebagai salah satu titik paling sibuk di jaringan LRT Jabodebek. Lokasinya berada di pusat aktivitas pekerja dan menjadi penghubung penting dari rute Cibubur dan Bekasi.
Rata-rata, sekitar 25 ribu penumpang melintas setiap hari di stasiun ini. Posisi strategis tersebut membuatnya menjadi lokasi ideal untuk kerja sama branding antara sektor transportasi dan perbankan.
BSI Dorong Layanan Dekat Masyarakat
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan kehadiran nama BSI di stasiun ini diharapkan membuat layanan perbankan syariah lebih dekat dengan masyarakat urban.
“Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia menjadi representasi kehadiran BSI di tengah mobilitas masyarakat modern. Kami ingin menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
BSI juga menegaskan bahwa mereka terus memperluas inklusi keuangan syariah melalui layanan digital serta pengembangan bullion bank atau bank emas yang menjadi salah satu fokus pertumbuhan baru.
Dukungan Transportasi Publik Berkelanjutan
Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Dengan semakin kuatnya integrasi layanan dan branding, pemerintah berharap penggunaan kendaraan umum meningkat dan emisi karbon dapat ditekan.
Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar di sektor transportasi BUMN untuk meningkatkan pendapatan non-tiket atau non fare box melalui pemanfaatan aset secara maksimal.
Sebagai bagian dari kolaborasi, BSI akan menghadirkan berbagai program di area stasiun. Mulai dari edukasi keuangan syariah, promosi layanan digital, hingga kampanye transaksi non-tunai.
Program ini menyasar pengguna LRT Jabodebek, terutama generasi muda yang sudah terbiasa dengan gaya hidup digital dan mobilitas tinggi.
Penutup
Perubahan nama Stasiun LRT Dukuh Atas menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia menandai langkah baru kolaborasi antara transportasi dan sektor keuangan. Tidak hanya soal branding, tetapi juga mendorong ekosistem kota yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.(ar)









