Jambi, oegopost.id – Paripurna HUT Jambi menjadi agenda penting yang akan digelar DPRD Kota Jambi pada 2 Juni 2026.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menegaskan bahwa rapat paripurna tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah sekaligus HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi.
Capaian Pemerintah Kota Jambi Dinilai Sudah Terlihat
Kemas Faried Alfarelly menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menunjukkan berbagai capaian pembangunan yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai sejumlah program dan kebijakan pemerintah berjalan cukup baik dalam meningkatkan layanan publik.
Ia menyampaikan penilaiannya secara terbuka bahwa masyarakat dapat melihat langsung hasil kerja pemerintah di berbagai sektor.
Namun, ia tetap meminta seluruh pihak tidak berpuas diri dengan capaian tersebut.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan proses panjang dan kerja sama berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang sudah tercapai harus menjadi dorongan untuk memperbaiki sektor lain yang masih membutuhkan perhatian serius.
DPRD Ingatkan Pemerintah Agar Tidak Cepat Puas
Meski mengapresiasi capaian pemerintah, Kemas mengingatkan agar Pemerintah Kota Jambi tidak berhenti pada pencapaian saat ini.
Ia menilai masih banyak persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan program dan dampaknya terhadap masyarakat.
Kemas mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar setiap persoalan daerah dapat selesai secara efektif dan tepat sasaran.
Penanganan Sampah Jadi Sorotan Utama DPRD
Salah satu isu yang mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Jambi adalah persoalan sampah.
Kemas menilai bahwa pemerintah sudah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bertahap.
Ia menyebut bahwa saat ini pemerintah telah mulai menambah armada pengangkut sampah, meskipun jumlahnya masih terbatas.
Pemerintah menargetkan penanganan lebih optimal dapat tercapai pada bulan Juni 2026.
Selain itu, Kemas juga menyoroti program Kampung Bahagia serta Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Ia menilai program tersebut memiliki potensi besar dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Namun, ia menekankan bahwa pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi agar masyarakat memahami mekanisme dan tujuan program tersebut.
Dengan begitu, pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan konsisten.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah memproses pembangunan depo transfer sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kota Jambi.
DPRD Perkuat Pengawasan APBD Bersama Aparat Penegak Hukum
Selain isu lingkungan, DPRD Kota Jambi juga memperkuat komitmen dalam pengawasan penggunaan anggaran daerah.
Kemas menegaskan bahwa DPRD akan meningkatkan pengawasan terhadap APBD agar penggunaan anggaran berjalan transparan dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa DPRD tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi anggaran.
Oleh karena itu, DPRD akan menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana publik.
Menurutnya, transparansi anggaran menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Dengan pengawasan yang ketat, ia berharap seluruh program pembangunan dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(ar)









