Jambi, oegopost.id – Kabar wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy memicu duka mendalam sekaligus perhatian luas terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia. Dokter muda tersebut mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Sosok Berdedikasi dan Penuh Empati
Semasa hidupnya, dr. Myta dikenal sebagai dokter umum yang berdedikasi tinggi. Ia menjalani masa internship dengan komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.
Dalam catatan pribadinya, ia menegaskan kecintaannya terhadap dunia medis dan tekadnya untuk selalu maksimal dalam setiap situasi klinis. Ia juga menjunjung tinggi nilai empati dan keselamatan pasien dalam praktik sehari-hari.
Di luar profesinya, dr. Myta menjalani kehidupan sederhana. Ia dekat dengan keluarga dan menjadikan orang tua serta adiknya sebagai sumber semangat. Ia juga menyukai aktivitas ringan seperti merawat kucing peliharaan dan bermain gim di sela kesibukan.
Kondisi Kesehatan Memburuk di Tengah Tugas
Sorotan publik muncul setelah beredar informasi mengenai kondisi kerja dr. Myta selama menjalani internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Pengurus Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengungkap temuan yang mengkhawatirkan. Mereka menilai sistem kerja di lokasi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship.
IKA FK Unsri menyebut dr. Myta tetap menjalani jadwal jaga, meski kondisi kesehatannya menurun sejak Maret 2026. Ia dilaporkan mengalami sesak napas dan demam tinggi, namun tetap bertugas tanpa waktu istirahat yang cukup.
Kondisinya terus memburuk hingga saturasi oksigen turun di bawah 80 persen. Tim medis kemudian merujuknya ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang untuk penanganan intensif.
Dugaan Masalah Sistemik
Selain beban kerja, IKA FK Unsri juga menyoroti beberapa persoalan lain, seperti minimnya supervisi dokter pembimbing, keterbatasan fasilitas medis, hingga kekosongan obat.
Mereka juga menemukan indikasi adanya tekanan untuk menutup informasi terkait kondisi tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran akan transparansi dan perlindungan bagi dokter muda.
Desakan Audit Menyeluruh
Atas temuan tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan RI segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan tenaga medis muda dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.(ar)









