Jakarta, oegopost.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa Kementerian Agama terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki sistem pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Wamenag menyampaikan hal tersebut saat menutup Simposium Guru Nasional 2026 yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Thamrin, Jakarta, pada Rabu (29/4/2026).
Kemenag Siapkan Relaksasi PPG 2026
Wamenag menjelaskan bahwa Kemenag tengah menyiapkan relaksasi kebijakan untuk Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia menyebutkan bahwa jika pihak terkait segera menandatangani surat keputusan yang telah disiapkan, maka Kemenag dapat kembali menjalankan PPG pada tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperluas kesempatan guru dalam mengikuti sertifikasi profesi dan meningkatkan kompetensi mereka.
TPG Non-ASN 2025 Sudah Cair Penuh
Selain PPG, Wamenag juga melaporkan perkembangan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Ia memastikan bahwa pemerintah telah mencairkan TPG Non-ASN lulusan 2025 yang sudah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) secara penuh di seluruh Indonesia.
Kemenag juga terus memperbarui dan memvalidasi data agar proses penyaluran tunjangan berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.
Kemenag Benahi Sistem Data Guru
Wamenag menegaskan bahwa Kemenag mengutamakan validitas data sebagai dasar utama dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan bahwa Kemenag telah menerapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 7 Tahun 2026 tentang kewajiban satu pintu data.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kemenag memangkas jumlah aplikasi dari lebih dari 2.600 menjadi sekitar 20 aplikasi utama untuk menyederhanakan sistem dan meningkatkan efisiensi.
Dengan sistem baru ini, Kemenag dapat memperbaiki pendataan madrasah, guru, serta tenaga pendidik di pesantren sehingga kebijakan anggaran dan distribusi kesejahteraan berjalan lebih tepat.
Kemenag Tegaskan Komitmen untuk Guru
Wamenag menegaskan bahwa Kemenag tetap menjaga fokus pada peningkatan kesejahteraan guru meskipun kondisi anggaran negara semakin ketat. Ia memastikan bahwa pemerintah terus mencari solusi terbaik agar program peningkatan kesejahteraan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami terus berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru dan memastikan setiap kebijakan memberi dampak nyata,” ujarnya.(ar)









