Jakarta, oegopost.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan Arifah Fauzi minta maaf gerbong wanita setelah ucapannya memicu polemik di tengah masyarakat.
Ia mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL. Ia juga menyarankan agar penumpang laki-laki menempati gerbong di bagian depan dan belakang. Pernyataan terkait Arifah Fauzi minta maaf gerbong wanita ini langsung menuai kritik, terutama di media sosial.
Disampaikan Setelah Insiden di Bekasi
Arifah menyampaikan usulan itu setelah insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengakui kesalahan dalam penyampaian pernyataan tersebut. Ia menilai ucapannya tidak tepat jika dikaitkan dengan situasi pascakecelakaan.
Tekankan Keselamatan Penumpang
Arifah menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban.
“Saya memohon maaf kepada masyarakat, khususnya korban dan keluarga korban yang merasa tidak nyaman. Saya tidak berniat mengabaikan keselamatan siapa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semua pihak harus mengutamakan keselamatan tanpa membedakan laki-laki dan perempuan.
Usulan Berasal dari Diskusi
Sebelumnya, Arifah berdiskusi dengan PT Kereta Api Indonesia mengenai posisi gerbong khusus perempuan. Dari diskusi itu, ia menilai penempatan di tengah dapat mengurangi penumpukan penumpang di ujung rangkaian.
Namun, ia kini menyadari bahwa waktu penyampaian usulan tersebut kurang tepat dan berpotensi menimbulkan salah tafsir.(ar)









