Komnas HAM Temukan 51 Aduan dari Jambi, Konflik Lahan Mendominasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komnas HAM mencatat 51 aduan di Jambi yang didominasi konflik agraria.( Poto : jamberita.com )

Komnas HAM mencatat 51 aduan di Jambi yang didominasi konflik agraria.( Poto : jamberita.com )

Jambi, oegopost.id – Komnas HAM mengungkap persoalan komnas ham jambi konflik agraria yang menjadi sorotan utama dalam laporan terbaru terkait dugaan pelanggaran HAM di Provinsi Jambi.  Melalui surat resmi bernomor 08/PL.01.00/IV/2026, lembaga tersebut mengidentifikasi 51 pengaduan yang berasal dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Komnas HAM langsung merespons temuan ini dengan menjadwalkan pertemuan bersama Gubernur Jambi dan jajaran pemerintah daerah. Pertemuan akan berlangsung di Kantor Gubernur pada Kamis, 23 April 2026. Dalam agenda itu, Komnas HAM akan mengkaji seluruh laporan serta mendorong penyelesaian yang konkret.

Sengketa Lahan Jadi Kasus Terbanyak

Komnas HAM menemukan bahwa sebagian besar laporan berkaitan dengan konflik agraria. Banyak kasus mempertemukan kepentingan perusahaan besar dengan masyarakat adat dan petani.

Sejumlah kasus yang mencuat antara lain:

  • Warga Desa Kuap di Batanghari melaporkan dugaan perampasan lahan dan intimidasi oleh PT Wira Karya Sakti (WKS) pada 2026.
  • Ahli waris di Tanjung Jabung Timur menghadapi dugaan kriminalisasi dalam sengketa dengan PT Mitra Prima Gitabadi.
  • Konflik lahan di Kunangan Jaya 2, Batanghari, muncul akibat tumpang tindih izin antara PT Wanakasita Nusantara, PT Agro Alam Sejahtera, dan PT Sinar Mas pada 2025.
  • Ketua Forum Petani Sungai Salak di Kabupaten Tebo menghadapi ancaman pidana dalam konflik dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ).
  • Masyarakat adat Desa Badang di Tanjung Jabung Barat melaporkan dugaan kriminalisasi oleh PT Dasa Anugrah Sejati.
  • Petani di Desa Sogo, Muaro Jambi, menuding adanya kriminalisasi oleh aparat kepolisian dalam konflik panjang dengan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) sejak 2008.
Baca Juga :  Kemenkum Jambi Dampingi Produk Indikasi Geografis Siap Ekspor

Aparat Penegak Hukum Ikut Disorot

Komnas HAM juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum dalam menangani sejumlah kasus. Masyarakat melaporkan adanya dugaan pelanggaran prosedur serta ketidakprofesionalan dalam proses penegakan hukum.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Laporan tersebut mencakup dugaan perlakuan tidak adil dalam penanganan kasus di Polresta Jambi dan Polda Jambi, khususnya terkait perkara pengeroyokan dan perusakan truk yang masih memicu konflik antarwarga.

Jadi Perhatian Tingkat Nasional

Secara nasional, Komnas HAM menerima 3.003 laporan pengaduan dan 2.422 konsultasi sepanjang 2025. Dari jumlah itu, kontribusi laporan dari Jambi tergolong signifikan, terutama karena didominasi persoalan struktural seperti konflik agraria. Pemerintah daerah diharapkan segera merespons temuan komnas ham jambi konflik agraria agar konflik tidak terus berlarut.

Komnas HAM berharap pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jambi mampu menghasilkan solusi nyata. Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk menyelesaikan konflik secara adil dan berkelanjutan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi Panen Melimpah: Kenapa Petani Jambi Masih Rugi? Ini Jawabannya
Gubernur Jambi Dorong Percepatan Program Cetak Sawah Rakyat
Rektor UNJA Pantau Langsung Hari Pertama UTBK-SNBT 2026, Pastikan Ujian Inklusif
Bank Jambi Perpanjang Jam Operasional ATM Hingga Pukul 20.00 WIB
Bimas Islam Kemenag Sungai Penuh Gelar Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin
APPSI Jambi Diminta Bergerak Aktif, Sudaryono Tekankan Aksi Nyata Pedagang Pasar
Merangin Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual
Jalan Khusus Batu Bara Jambi Percepat Produksi, Pendapatan Daerah Meningkat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:00 WIB

Ironi Panen Melimpah: Kenapa Petani Jambi Masih Rugi? Ini Jawabannya

Rabu, 22 April 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Jambi Dorong Percepatan Program Cetak Sawah Rakyat

Rabu, 22 April 2026 - 09:00 WIB

Rektor UNJA Pantau Langsung Hari Pertama UTBK-SNBT 2026, Pastikan Ujian Inklusif

Rabu, 22 April 2026 - 06:00 WIB

Komnas HAM Temukan 51 Aduan dari Jambi, Konflik Lahan Mendominasi

Selasa, 21 April 2026 - 23:00 WIB

Bank Jambi Perpanjang Jam Operasional ATM Hingga Pukul 20.00 WIB

Berita Terbaru

Sejumlah kasus kecurangan UTBK SNBT 2026 terungkap di berbagai kampus, mulai dari praktik joki hingga penggunaan alat komunikasi tersembunyi saat ujian berlangsung. ( Poto : detikcom)

Nasional

Kecurangan UTBK SNBT 2026 Terbongkar di Sejumlah Kampus

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:00 WIB