Jambi, oegopoat.id – Anggaran imigrasi Jambi 2026 mencatat nilai Rp21.024.060.000 untuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi pada tahun anggaran 2026.
Instansi ini menyusun anggaran tersebut dalam 235 paket pengadaan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Seluruh anggaran bersumber dari APBN 2026. Satuan kerja juga menetapkan seluruh paket menggunakan metode pengadaan penyedia dengan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN).
Pembangunan Gedung Kantor Serap Lebih dari Separuh Anggaran
Kanwil Imigrasi Jambi mengalokasikan dana terbesar untuk pembangunan gedung kantor. Paket konstruksi utama bernilai Rp11.941.000.000 dan menggunakan metode tender.
Nilai tersebut mencapai sekitar 56,8 persen dari total anggaran. Selain proyek utama, instansi juga mengalokasikan dana untuk konsultan perencanaan Rp849 juta, konsultan pengawasan Rp608 juta, penyiapan lahan Rp265 juta, serta sewa gedung sementara Rp580 juta.
Jika digabung, seluruh kebutuhan gedung mencapai sekitar Rp14,243 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa pembangunan kantor menjadi prioritas utama dalam rencana belanja 2026.
Pengadaan Operasional Dukung Layanan Keimigrasian
Selain proyek gedung, Kanwil Imigrasi Jambi mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan operasional dan layanan publik. Instansi ini membeli kendaraan roda empat senilai Rp1.180.152.000 dan kendaraan roda dua senilai Rp315.240.000.
Instansi juga mengalokasikan Rp449.550.000 untuk laptop dan perangkat komunikasi. Selain itu, belanja tenaga alih daya mencapai Rp717.600.000, sementara pemeliharaan kendaraan dan mesin mencapai Rp295.994.000.
Beberapa pos lain mencakup jamuan tamu Rp123.978.000, pembinaan mental pegawai Rp225 juta, serta pelatihan menembak Rp60 juta. Seluruh pos ini mendukung aktivitas operasional dan tugas keimigrasian.
Kanwil Imigrasi Jambi menyusun total 235 paket pengadaan. Dari jumlah tersebut, pengadaan langsung mendominasi dengan 202 paket senilai Rp3,9 miliar.
Instansi hanya mencatat satu paket tender untuk proyek pembangunan gedung kantor. Selain itu, terdapat 26 paket e-purchasing, 2 paket seleksi, dan 4 paket dikecualikan.
Struktur ini menunjukkan bahwa instansi lebih banyak menangani transaksi skala kecil hingga menengah dibandingkan proyek besar.
Belanja Terkonsentrasi pada Paket Besar
Sepuluh paket terbesar menyerap sekitar Rp17,2 miliar atau 81,8 persen dari total anggaran. Pembangunan gedung kantor menempati porsi terbesar dalam struktur belanja tersebut.
Instansi juga mengalokasikan dana besar untuk kendaraan operasional, konsultan, tenaga kerja outsourcing, serta perangkat kerja pendukung.
Kondisi ini menunjukkan konsentrasi anggaran pada sejumlah kecil proyek strategis dan kebutuhan utama operasional.
Sejumlah warga menilai Kanwil Imigrasi Jambi perlu menjelaskan secara terbuka alasan pembangunan gedung baru. Mereka meminta instansi menjelaskan kondisi kantor lama dan manfaat langsung bagi layanan publik.
Warga juga menyoroti pengadaan kendaraan dan perangkat kerja. Mereka meminta instansi menyesuaikan belanja dengan kebutuhan nyata agar pelayanan publik meningkat.
Selain itu, mereka meminta pengawasan ketat terhadap ratusan paket pengadaan langsung agar anggaran tetap efisien dan transparan.(ar)









