Jambi, oegopost.id – Paspor jamaah haji menjadi perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) selama fase kepulangan jamaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Pemerintah meminta seluruh jamaah memperketat pengawasan terhadap dokumen perjalanan agar proses kepulangan berjalan tanpa kendala.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsa, menegaskan pentingnya kedisiplinan jamaah dalam menjaga paspor dan barang bawaan. Ia menyebut paspor menjadi dokumen vital yang menentukan kelancaran proses perjalanan internasional.
Ichsan mengingatkan jamaah agar selalu menyimpan paspor di tempat yang aman. Selain itu, ia meminta jamaah memastikan dokumen tersebut tetap berada dalam pengawasan selama perjalanan berlangsung.
Petugas Minta Jamaah Waspada Kehilangan Dokumen
Kemenhaj meminta jamaah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kehilangan paspor. Petugas menilai kelalaian dalam menjaga dokumen dapat menghambat proses kepulangan dan menambah tahapan administrasi.
Jamaah yang kehilangan paspor harus segera melapor kepada ketua kloter atau petugas haji. Setelah menerima laporan, petugas akan segera melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku agar proses kepulangan tidak tertunda.
Koordinasi cepat antara jamaah dan petugas menjadi kunci untuk mengatasi kendala di lapangan. Kemenhaj juga meminta jamaah mengikuti seluruh arahan petugas selama proses kepulangan.
Aturan Bagasi Diperketat untuk Kelancaran Perjalanan
Kemenhaj menetapkan aturan ketat terkait barang bawaan jamaah haji. Setiap jamaah hanya boleh membawa satu tas paspor, satu koper kabin maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.
Petugas bandara akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang bawaan jamaah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan semua ketentuan dipatuhi dan proses distribusi bagasi berjalan lancar.
Kemenhaj meminta jamaah tidak membawa barang berlebihan. Kepatuhan terhadap aturan bagasi membantu mempercepat proses pemeriksaan di bandara.
Larangan Air Zamzam Tetap Berlaku
Kemenhaj kembali menegaskan larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper kabin maupun bagasi. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jamaah tanpa pengecualian.
Petugas menerapkan aturan tersebut untuk memperlancar proses pemeriksaan keamanan dan distribusi bagasi di bandara. Jamaah yang melanggar aturan berpotensi mengalami hambatan dalam proses perjalanan.
Sebagai gantinya, pemerintah menyalurkan air zamzam resmi sebanyak lima liter kepada setiap jamaah saat tiba di debarkasi Indonesia.
Kemenhaj mengajak seluruh jamaah haji Indonesia mematuhi ketentuan selama fase kepulangan. Disiplin dalam menjaga dokumen dan mengikuti aturan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran proses.
Pemerintah menargetkan kepulangan jamaah berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan hingga seluruh jamaah tiba di Tanah Air.(ar)









