Bungo, oegopost.id – Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Bungo dan Kabupaten Sarolangun, Jambi, sejak Kamis (29/10/2026). Guyuran hujan memicu lonjakan debit air di Sungai Batang Tebo, Sungai Batang Pelepat, dan Sungai Batang Asai.
Aliran deras Sungai Batang Pelepat membawa material ranting hingga gelondongan kayu berukuran besar ke arah hilir. Sejumlah rekaman video warga menunjukkan permukaan air sungai tertutup serpihan kayu yang melaju kencang.
Warga setempat segera menjauhi area bibir sungai demi menghindari bahaya longsor susulan. Warga juga memperingatkan masyarakat di wilayah hilir untuk mengantisipasi potensi banjir kiriman secara cepat.
Rekaman video amatir turut memperlihatkan aktivitas galian tanah serta keberadaan unit alat berat di bantaran sungai. Belum ada konfirmasi resmi instansi terkait mengenai legalitas kegiatan pengerukan di lokasi tersebut.
Peristiwa serupa melanda wilayah Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, akibat curah hujan tinggi sejak Kamis malam. Sungai Batang Asai meluap dan menghanyutkan potongan kayu ke permukiman sekitar bantaran.
Bahkan, satu unit alat berat yang diduga beroperasi untuk penambangan emas tanpa izin (PETI) dikabarkan hanyut terbawa derasnya arus. Aparat penegak hukum setempat masih mendalami laporan serta memverifikasi rekaman insiden tersebut.
Kecamatan Batang Asai menaungi 23 desa dan memiliki beberapa titik kerentanan aktivitas tambang di sepanjang aliran air. Pihak berwenang belum mengumumkan angka pasti rumah terdampak maupun total kerugian material di dua kabupaten itu.
Tokoh pemuda Kecamatan Pelepat, Hendra, mengonfirmasi lonjakan volume air terjadi usai cuaca ekstrem melanda kawasan hulu. Hendra mengimbau seluruh warga bantaran meningkatkan kewaspadaan bila hujan kembali turun sewaktu-waktu.
“Benar, air Sungai Batang Pelepat naik cukup deras setelah hujan lebat. Kami berharap warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, terutama di bagian hilir, tetap waspada,” ujar Hendra, Sabtu (31/10/2026).(ar)









