MERANGIN, Oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Merangin mematok target tinggi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an wal Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi. Kontingen Bumi Tali Undang Tambang Teliti mengincar posisi tiga besar dalam ajang yang bergulir di Kota Jambi hingga 7 November 2026 mendatang.
Bupati Merangin M. Syukur melepas langsung keberangkatan 62 anggota kafilah dari Rumah Dinas Bupati pada Sabtu (31/10/2026) pagi. Wakil Bupati A. Khafidh dan Sekretaris Daerah Zulhifni turut hadir mendampingi para kafilah.
Target masuk tiga besar ini berpijak pada tren positif prestasi Merangin dalam dua tahun terakhir. Kafilah Merangin menduduki peringkat ke-10 pada 2024, lalu melesat ke posisi delapan pada edisi 2025.
Matangkan Persiapan Kafilah dan Dukungan Anggaran
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran senilai Rp1,2 miliar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) guna memfasilitasi kebutuhan kafilah selama bertanding. Dana ini menopang seluruh akomodasi, konsumsi, hingga fasilitas pendampingan peserta.
Ketua Official MTQH Merangin, Sukoso, memastikan seluruh peserta lolos seleksi ketat di tingkat kabupaten. Tim pelatih juga telah menggembleng fisik dan mental para peserta melalui tiga tahap Training Center (TC).
Rombongan peserta bertolak menuju Kota Jambi secara bertahap sesuai jadwal lomba. Sebanyak sembilan peserta kaligrafi berangkat sejak subuh demi persiapan teknis panggung, sementara 25 anggota lainnya mengikuti prosesi pelepasan resmi pagi hari. Sebagian peserta lain langsung menyusul dari kampus tempat mereka kuliah di Kota Jambi.
Tim official, pelatih, dan tenaga medis ikut mengawal rombongan demi memastikan kondisi fisik peserta tetap prima. Personel kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan juga mengawal perjalanan kafilah agar tiba di arena lomba dengan aman.
Optimalkan Potensi Pesantren dan Bangun Mental Juara
Bupati Merangin M. Syukur memandang Merangin menyimpan potensi besar dalam pembinaan qari dan qariah. Keberadaan hampir 90 pondok pesantren di seantero Merangin menjadi modal kuat untuk mencetak generasi Qur’ani yang berdaya saing tinggi.
Syukur meminta para kafilah tampil percaya diri saat berhadapan dengan utusan daerah lain. Rasa rendah diri sama sekali tidak boleh membayangi langkah peserta di atas panggung lomba.
Ia mengingatkan bahwa banyak tokoh sukses lahir dari pelosok desa berkat tekad kuat membanggakan keluarga dan tanah kelahiran. Semangat juang itulah yang harus menyala di dalam dada setiap peserta selama berlaga.
Bupati menegaskan para peserta memikul tanggung jawab moral sebagai duta daerah sekaligus duta Al-Qur’an. Karena itu, kafilah wajib menjaga sportivitas, memperlihatkan tutur kata yang santun, dan menampilkan akhlak terbaik di hadapan publik.(ar)









