Jakarta, Oegopost.id – Pemerintah memutuskan mempertahankan tarif listrik PLN hingga penutupan bulan Oktober 2026. Kebijakan harga ini berlaku bagi seluruh golongan pelanggan, baik skema subsidi maupun nonsubsidi.
Kementerian ESDM masih merujuk pada penetapan tarif Triwulan III-2026. Otoritas terkait mengevaluasi tarif nonsubsidi secara berkala tiap tiga bulan melalui indikator ekonomi makro, seperti kurs rupiah, inflasi, harga minyak mentah Indonesia, dan harga batu bara acuan.
Besaran biaya per kilowatt hour (kWh) ini mengikat pelanggan prabayar maupun pascabayar secara setara. Pembeli token pulsa listrik membayar nominal tarif dasar yang sama persis dengan pelanggan yang melunasi tagihan bulanan setelah pemakaian.
Rincian Tarif Listrik Rumah Tangga dan Bisnis Nonsubsidi
Pelanggan golongan rumah tangga tanpa bantuan subsidi membayar tagihan berdasarkan kapasitas daya terpasang pada meteran rumah. Pemerintah menetapkan besaran biaya per kWh sebagai berikut:
-
Daya 900 VA: Rp 1.352 per kWh
-
Daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
-
Daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
-
Daya 3.500 VA hingga 5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
-
Daya 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
Kategori bisnis dan operasional kantor pemerintah juga menyerap ketetapan biaya yang konsisten. Sektor bisnis skala menengah (B-2/TR kapasitas 6.600 VA sampai 200 kVA) membayar daya senilai Rp 1.444,70 per kWh.
Gedung kantor dinas pemerintah (P-1/TR) menanggung tarif Rp 1.699,53 per kWh. Layanan penerangan jalan umum (P-3/TR) juga memanfaatkan tarif seragam senilai Rp 1.699,53 per kWh.
Daftar Biaya Golongan Bersubsidi
Masyarakat berpenghasilan rendah tetap menerima perlindungan sosial melalui alokasi biaya listrik bersubsidi. Pemerintah menjaga angka tersebut agar tidak membebani daya beli keluarga penerima bantuan.
-
Daya 450 VA: Rp 415 per kWh
-
Daya 900 VA (keluarga penerima subsidi): Rp 605 per kWh
Pelanggan dapat memanfaatkan rincian angka resmi ini sebagai panduan menghitung estimasi konsumsi energi harian. Ketetapan harga yang stabil membantu masyarakat merencanakan anggaran pembelian token maupun pengeluaran tagihan bulanan dengan cermat.(ar)









