Jakarta, Oegopost.id – Tekanan jual melanda pasar saham domestik pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 77,786 poin atau 1,48 persen ke posisi 5.188,344 sekitar pukul 10.05 WIB.
Laju penurunan ini langsung menyeret mayoritas emiten ke zona merah. Sebanyak 500 saham melemah tajam, sementara hanya 160 saham yang mampu menguat dan 123 saham bertahan stagnan.
Aktivitas transaksi bursa mencatatkan perputaran dana sebesar Rp4,546 triliun. Para pelaku pasar memperdagangkan 10,567 miliar lembar saham lewat 572.778 kali transaksi.
Tekanan Jual Pukul Indeks Sejak Pembukaan
IHSG sebenarnya mengawali perdagangan pagi dari level 5.249,069. Indeks sempat merangkak naik ke posisi tertinggi harian pada angka 5.256,381 beberapa saat setelah bel pembukaan berbunyi.
Aksi lepas saham segera membalikkan arah pergerakan pasar. Tekanan yang membesar memaksa IHSG menukik tajam hingga menyentuh level terendah di 5.182,406.
Koreksi dalam ini mengikis penguatan indeks yang sebelumnya sempat memantul dari kisaran 4.900 hingga 5.000. Gelombang aksi jual membuat momentum kenaikan IHSG meredup drastis.
Peluang Rebound Menggantung di Area Fibonacci
BRI Danareksa Sekuritas mencermati bahwa grafik pergerakan indeks memperlihatkan pola bearish engulfing tepat di area resistance. Pola teknikal tersebut menandakan tenaga beli mulai habis tergerus oleh dominasi penjual.
Kini indeks sedang menguji batas pertahanan support Fibonacci 0,5–0,618 pada rentang 5.118 hingga 5.182. Area harga ini kerap memicu pembalikan arah, terbukti dari kemunculan ekor lilin bawah (lower wick) pada grafik perdagangan terdahulu.
IHSG masih menyimpan peluang untuk berbalik arah menguat (technical rebound) pada sesi perdagangan berikutnya. Syaratnya, para pembeli harus mampu mempertahankan pergerakan indeks agar tidak jebol melewati batas bawah 5.118. Sebaliknya, penembusan ke bawah level tersebut berisiko mempercepat penurunan indeks lebih lanjut.(ar)









