Jakarta, Oegopost.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan memulai perdagangan hari ini di zona merah. Indeks komposit tergelincir ke level 5.357,97 pada pembukaan transaksi pagi, turun dari penutupan perdagangan kemarin di posisi 5.373,09.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat pergerakan indeks bergerak di rentang 5.356,99 hingga 5.368,22 tepat pukul 09.00 WIB. Pelaku pasar langsung merespons dengan frekuensi perdagangan yang cukup masif sejak menit-menit awal.
Aktivitas transaksi bursa membukukan perputaran dana yang luar biasa padat. Investor menuntaskan 35,16 juta kali transaksi dengan volume perpindahan 518,5 miliar lembar saham senilai Rp 196,5 triliun, sementara nilai kapitalisasi pasar bertahan di angka Rp 9.448 triliun.
Pergerakan Indeks Acuan dan Saham Pilihan
Arah indeks sektoral dan indeks acuan lain bergerak secara bervariasi. Indeks LQ45 tergerus 0,08 persen ke level 541,70, lalu IDX30 menyusut 0,18 persen ke posisi 303,61.
Sebaliknya, indeks KOMPAS100 berhasil mengamankan kenaikan tipis 0,02 persen ke posisi 696,15. Pergerakan indeks saham berbasis syariah juga menunjukkan pola serupa, di mana ISSI turun 0,04 persen menjadi 183,20 sementara JII justru melesat 0,23 persen ke level 317,25.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar berhasil mencuri peluang penguatan di tengah tekanan indeks utama. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memimpin barisan penguatan dengan lompatan 1,91 persen ke posisi 1.065.
Saham otomotif PT Astra International Tbk (ASII) mengekor di jalur hijau dengan kenaikan 1,10 persen menuju 4.610. Emiten tambang batubara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turut menguat 1,08 persen ke level 11.650, disusul PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) yang menanjak 1,01 persen ke 4.000.
Penguatan juga menjalar ke saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang naik 0,82 persen, PT ANTAM Tbk (ANTM) yang bertambah 0,72 persen, serta PT Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) yang terdongkrak 0,39 persen. Di sisi berlawanan, koreksi melanda saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 0,36 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 0,35 persen.
Divergensi Tajam di Sektor Perbankan
Sektor perbankan mencatatkan polarisasi harga yang sangat mencolok sejak bel pembukaan berdentang. Mayoritas saham perbankan milik negara mengalami koreksi cukup dalam dan menekan pergerakan IHSG.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memimpin pelemahan bank pelat merah setelah terpangkas 1,73 persen ke level 3.410. Tekanan jual juga menimpa PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melorot 1,53 persen menuju level 3.850.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul tren penurunan tersebut dengan pelemahan 1,37 persen ke posisi 2.870. Berbeda dengan rekan-rekannya, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memilih jalan datar dan belum beranjak dari posisi awalnya.
Hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sukses melawan arus koreksi di sektor finansial pagi ini. Saham bank swasta terbesar tersebut terapresiasi 0,61 persen dan melaju ke posisi 4.970.(ar)









