Jakarta, Oegopost.id – Rockstar Games meluruskan kabar burung yang menyebut biaya produksi Grand Theft Auto VI menembus angka USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 27,16 triliun. Manajemen studio menegaskan bahwa taksiran fantastis yang beredar luas di jagat maya tersebut tidak benar.
Kepala Penerbitan Rockstar Games, Jennifer Kolbe, langsung menepis rumor tersebut dalam sesi wawancara terbarunya. Meski menyangkal angka belasan digit itu, Kolbe tetap enggan mengungkap nominal pasti pengeluaran studio untuk menggarap seri teranyar ini.
Isu dana jumbo tersebut bermula dari perkiraan analis industri game, Michael Pachter, pada tahun 2025 lalu. Angka itu kemudian menyebar cepat di berbagai forum penggemar, kendati Rockstar maupun induk perusahaannya, Take-Two Interactive, belum pernah memvalidasinya secara resmi.
Jejak Panjang Pengembangan Project Americas
Perjalanan studio meracik GTA 6 sejatinya telah bergulir sejak pertengahan dekade 2010-an. Salah satu petinggi Rockstar North, Rob Nelson, membeberkan bahwa tim perancang mulai menyusun konsep awal game pada tahun 2015.
Kala itu tim internal menamai konsep awal tersebut dengan sandi Project Americas. Rencana awalnya, peta permainan bakal merentang luas mencakup kawasan Amerika Utara hingga Amerika Selatan.
Namun, manajemen memutuskan membagi fokus dan memprioritaskan perampungan Red Dead Redemption 2 terlebih dahulu. Setelah proyek koboi tersebut meluncur ke pasar, barulah Rockstar mengerahkan tenaga penuh untuk mewujudkan dunia GTA 6.
Ambisi Besar Tanpa Korbankan Kualitas
Para petinggi studio memastikan proyek ini mengusung ambisi visual dan mekanik permainan paling masif dalam sejarah mereka. Aaron Garbut menegaskan tim pengembang menolak berkompromi pada ketelitian detail lingkungan maupun luas wilayah jelajah.
Penolakan Kolbe atas angka USD 1,5 miliar bukan berarti membuktikan ongkos produksi game berada jauh di bawah estimasi itu. Publik tetap menganggap GTA 6 sebagai salah satu proyek hiburan digital paling mahal yang pernah digarap manusia.
Komunitas gamer sudah menanti sekuel anyar ini selama sekitar 13 tahun sejak rilis Grand Theft Auto V. Kendati rasa penasaran pemain memuncak menjelang jadwal peluncuran, Take-Two dan Rockstar memilih terus mengunci rapat dokumen keuangan produksi mereka.(ar)









