Jambi, oegopost.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi terus mengawal kebijakan pengelolaan sampah kota jambi yang tengah berjalan. Pihak legislatif mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi berkala agar setiap program kebersihan benar-benar menyelesaikan masalah warga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi sendiri telah meluncurkan serangkaian terobosan untuk membenahi masalah lingkungan ini. Langkah tersebut mencakup penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pembangunan depo sampah baru, serta penerapan sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Penerapan program ini bertujuan merubah pola pengelolaan kebersihan agar teratur dari hulu ke hilir. Petugas merapikan alur pengumpulan dari lingkungan RT, proses pengangkutan armada, hingga pengelolaan akhir di TPA.
Komisi III Minta Pemkot Terus Evaluasi Kebijakan
Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Paruk, menilai serangkaian kebijakan baru ini menunjukkan ikhtiar nyata pemerintah. Namun, ia menyadari penataan ulang sistem kebersihan tentu memicu respons yang beragam dari warga.
DPRD Kota Jambi tetap mendorong kelanjutan pembenahan sistem penanganan kebersihan meski muncul pro dan kontra. Pihaknya menegaskan pentingnya evaluasi berkala agar kebijakan tidak berhenti sebagai aturan di atas kertas.
Umar menekankan bahwa pemerintah wajib menyesuaikan pelaksanaan aturan dengan kondisi riil di pemukiman. Dinas terkait harus menyertai penutupan lokasi buang sampah dengan pengawasan lapangan yang ketat dan konsisten.
Langkah penutupan TPS dan penguatan peran OPBM harus memberikan manfaat nyata bagi kenyamanan warga. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada eksekusi petugas di lapangan serta partisipasi aktif seluruh masyarakat.
DPRD Siap Kawal Pelaksanaan Program Kebersihan Kota
Lembaga legislatif memastikan fungsi pengawasan akan berjalan optimal selama masa transisi kebijakan pengelolaan lingkungan. Jika petugas menemukan kendala teknis saat pelaksanaan, pemerintah daerah harus segera bertindak melakukan perbaikan.
Pemerintah kota perlu bergerak cepat agar hambatan di lapangan tidak berkembang menjadi persoalan baru. Umar berjanji dewan siap menampung seluruh masukan warga demi penyempurnaan sistem kebersihan daerah.
Sinergi kuat antara pembuat kebijakan dan pelaksana di lapangan menentukan keberhasilan penataan lingkungan ini. DPRD Kota Jambi akan terus mendorong perbaikan layanan agar wilayah perkotaan makin bersih dan teratur.
Pengawasan intensif ini bertujuan memastikan efektivitas anggaran daerah serta manfaat nyata dari program baru. Pemkot Jambi perlu menyempurnakan mekanisme kerja jika melihat adanya ketidaksesuaian prosedur di lingkungan warga.
Masyarakat mengemban peran penting dalam mendukung keberhasilan pola baru pengumpulan sampah di wilayah pemukiman. Kerja sama yang baik antara warga dan pemerintah menjadi kunci utama mewujudkan lingkungan Kota Jambi yang sehat.(ar)









