Jambi, oegopost.id – Sebanyak tujuh UMKM binaan PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar unjuk gigi dalam ajang Jambi Bisnis Centre (JBC) Festival 2026 di kawasan bisnis Sipin, Jambi. Keikutsertaan para pelaku usaha lokal ini berlangsung selama sepekan penuh sejak tanggal 5 hingga 12 September 2026.
Langkah strategis tersebut menjadi momentum penting bagi para wirausahawan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan mereka. Selain itu, pameran ini membuka akses langsung untuk menjangkau para konsumen baru di wilayah Jambi dan sekitarnya.
Kehadiran ketujuh pelaku usaha ini melanjutkan rangkaian pembinaan berkelanjutan dari pihak manajemen perusahaan. Sebelumnya, para pelaku usaha kecil tersebut sudah mengantongi pembekalan intensif melalui pelatihan khusus pada Juli 2026 lalu.
Ajang pameran ini memberi ruang seluas-luasnya bagi para wirausahawan untuk memperkenalkan kreasi terbaik mereka kepada masyarakat luas. Para pengunjung festival dapat melihat secara langsung berbagai karya kreatif khas daerah yang tampil di setiap stan.
Upaya Perusahaan Membantu Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas
Sekretaris PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar, Muhammad Ridwan, menegaskan bahwa ketujuh kelompok usaha telah melewati berbagai tahapan pembinaan. Pihak perusahaan terus mendorong keahlian para mitra agar mampu menembus persaingan pasar regional maupun nasional.
Manajemen menaruh harapan besar agar seluruh unit usaha pendampingan ini mengalami peningkatan skala bisnis secara berkelanjutan. “Kami terus berupaya agar mereka naik kelas dan berkembang besar,” kata Ridwan saat menyampaikan keterangannya.
Rangkaian produk kuliner dan kerajinan batik menjadi komoditas andalan para peserta dalam gelaran pameran untuk masyarakat umum ini. Stan pameran tersebut menghadirkan beragam varian olahan makanan khas hingga kain batik bermotif indah.
Surismawati memamerkan produk kebanggaannya berupa Bolu Lapis Legit Tanggo Rajo yang memikat perhatian banyak pengunjung festival. Sementara itu, Nuraningsih memboyong karya busana tradisionalnya melalui brand Batik Ardiah.
Pelaku usaha lainnya, Mariyana, turut memajang ragam kerajinan kain pilihan lewat usaha Batik Mariyana milik dirinya. Pada sektor jajanan manis, Trislinda menyajikan kreasi camilan lezat yang mengusung nama Linda Cake & Cookies.
Tutung Haryanti mempopulerkan ragam hidangan ringan olahannya sendiri di bawah bendera usaha Yani Snack. Di sisi lain, Maidayanti menghadirkan penganan renyah gurih melalui usaha Rempeyek Salwa.
Daftar peserta festival ini semakin lengkap dengan kehadiran Rostila yang memamerkan olahan tradisional berupa kue bangkit. Ketujuh wirausahawan tersebut saling melengkapi keanekaragaman produk lokal di area pameran.
Kemeriahan JBC Festival semakin semarak dengan bermacam pertunjukan hiburan rakyat di panggung utama acara. Pengunjung yang datang juga dapat menikmati keseruan ajang bakat JBC Idol serta rangkaian kegiatan Ikon JBC hingga malam hari.
Pentingnya Tata Kelola Dan Pemanfaatan Berbagai Teknologi Digital
Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa pembinaan perusahaan berfokus pada pembentukan unit bisnis yang lebih produktif, profesional, serta mandiri. Menurut pandangannya, kemajuan suatu usaha tidak cuma bertumpu pada lonjakan omzet harian maupun besaran modal kerja semata.
Keberhasilan jangka panjang para pelaku usaha kecil juga sangat bergantung pada pembenahan tata kelola manajemen internal secara menyeluruh. Oleh sebab itu, perbaikan sistem pengelolaan menjadi kunci utama dalam pembinaan dari perusahaan.
PTPN IV Regional IV mendorong seluruh pengusaha pendampingan untuk segera melengkapi perizinan serta persyaratan resmi legalitas usaha. Perusahaan juga mendampingi para mitra dalam merapikan administrasi keuangan dan pengelolaan operasional bisnis.
Langkah taktis tersebut akan membantu para pengusaha dalam mengarahkan pengembangan bisnis secara lebih efisien dan jelas. Pada saat yang sama, kerapian tata kelola akan mempermudah mereka saat melakukan ekspansi pasar ke wilayah yang lebih luas.
Selain aspek manajemen internal, pihak manajemen perusahaan menaruh perhatian besar pada penguasaan era modernisasi bisnis. Perusahaan secara aktif memberikan edukasi menyeluruh mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam setiap tahapan usaha.
Penguasaan sarana digital menjadi modal penting bagi para pelaku usaha untuk bertahan di tengah arus kompetisi pasar modern. “Kami juga mengedukasi mereka untuk memanfaatkan teknologi digital yang terus berkembang,” ujar Ridwan menutup penjelasannya.(ar)









