Bungo, oegopost.id – Masyarakat melihat peristiwa kebakaran lahan di Bungo yang kembali melanda kawasan pemukiman warga pada Senin (14/9/2026). Peristiwa tersebut membakar area bekas tempat pembuangan sampah liar di Kelurahan Manggis, Kecamatan Bathin III.
Masyarakat sekitar yang melihat kobaran api langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan petugas terkait. Laporan warga tersebut memicu pergerakan cepat tim penyelamat untuk mengamankan lokasi dari potensi bahaya yang lebih besar.
Upaya Pemadaman Kebakaran Lahan di Bungo Oleh Petugas Gabungan
Babinsa Koramil 416-06/Muara Bungo Kopda Dumroh mendatangi lokasi bencana tak lama setelah menerima laporan dari warga. Kopda Dumroh bergerak bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo untuk menanggulangi kobaran api.
Tim gabungan memfokuskan proses pemadaman awal pada titik-titik api yang membesar di sekitar tumpukan sampah. Petugas terus menyiramkan air secara masif untuk menghentikan laju perambatan api ke area pertanian warga.
Langkah pengisolasian area ini terbukti efektif menahan pergerakan api agar tidak mendekati kawasan permukiman penduduk sekitar. Kerja keras seluruh petugas di lapangan akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api utama yang membakar lokasi tersebut.
Petugas kemudian melanjutkan kegiatan dengan menyisir seluruh area bekas kebakaran untuk melakukan proses penyiraman ulang. Pengecekan lapangan atau ground check ini bertujuan memastikan seluruh bara api di dalam tumpukan sampah benar-benar padam.
Imbauan Kewaspadaan Kebakaran Lahan di Bungo Saat Musim Kemarau
Kondisi cuaca musim kemarau yang kering mempercepat proses pembakaran material sampah plastik dan kayu di lokasi tersebut. Angin kencang yang berembus di sekitar lokasi juga meningkatkan risiko penyebaran api ke lahan kering sekitarnya.
Pihak BPBD mengkhawatirkan keberadaan tempat pembuangan sampah liar yang sering menjadi pemicu utama timbulnya bencana kebakaran lahan. Tumpukan sampah yang mengering menyimpan gas metana yang sangat mudah terbakar ketika terkena suhu panas ekstrem.
Oleh karena itu, aparat mengimbau warga sekitar untuk selalu mewaspadai potensi bahaya kebakaran selama musim kemarau berlangsung. Warga harus segera menghentikan kebiasaan membuang dan membakar sampah secara sembarangan di area terbuka yang rawan.
Kopda Dumroh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. Kerja sama antara masyarakat dan petugas menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan yang lebih luas.
“Kita mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membakar sampah sembarangan, karena api kecil bisa menjadi ancaman besar jika tidak dikendalikan,” tegas Kopda Dumroh di lokasi kejadian.
Kesadaran warga dalam mengelola sampah secara benar akan meminimalkan risiko bencana serupa pada masa yang akan datang. Petugas akan terus memantau kawasan-kawasan rawan kebakaran di wilayah Bungo guna mengantisipasi kemunculan titik api baru.(ar)









