Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, terus mempercepat penanganan banjir yang merendam ribuan rumah warga di tiga kecamatan. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah ialah mengoperasikan dua dapur umum korban banjir untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi mengatakan pemerintah telah mendirikan dapur umum sejak dua hari terakhir.
Pemerintah menyiapkan dapur tersebut agar warga tetap mendapatkan makanan siap saji selama aktivitas mereka terganggu akibat banjir.
“Sudah dua hari kita dirikan tempat masak bantuan pemerintah untuk warga yang terdampak banjir,” kata Zainadi di Bungo, Sabtu.
Dapur Umum Berdiri di Dua Lokasi Strategis
Pemerintah Kabupaten Bungo mendirikan dapur umum pertama di Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muaro Bungo.
Sementara dapur umum kedua beroperasi di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani. Pemerintah memilih dua lokasi tersebut karena berada dekat dengan kawasan terdampak banjir.
Dinas Sosial Kabupaten Bungo mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana untuk mendukung operasional dapur umum.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan bersama Bulog memasok kebutuhan beras dan bahan pangan lainnya.
Petugas gabungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, serta warga setempat mengelola dapur umum secara bersama-sama.
Setiap hari, dua dapur tersebut mampu memproduksi sekitar 4.000 porsi makanan untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak.
Aktivitas Warga Belum Kembali Normal
Hingga saat ini, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Bathin III, Kecamatan Bungo Dani, dan Kecamatan Pasar Muaro Bungo.
Meski debit air mulai berangsur surut, warga belum dapat menjalankan aktivitas secara normal.
Genangan air masih menutupi rumah dan halaman warga dengan ketinggian rata-rata mencapai lutut orang dewasa.
Kondisi itu membuat banyak warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air benar-benar surut.
Berdasarkan data sementara BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, banjir telah merendam sekitar 1.436 rumah warga.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga satu meter, terutama di kawasan sekitar Sungai Batang Bungo.
Pemerintah Siagakan Alat Berat dan Perahu Karet
Selain mendirikan dapur umum, pemerintah daerah juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.
Tim gabungan menempatkan tiga alat berat di titik rawan longsor guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya tanah longsor akibat curah hujan tinggi.
BPBD Kabupaten Bungo juga menyiagakan perahu karet untuk membantu proses evakuasi jika kondisi banjir kembali meningkat.
Hingga Sabtu sore, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Bungo.
Zainadi menegaskan seluruh tim gabungan tetap bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan situasi banjir dan memastikan bantuan kepada masyarakat berjalan lancar.(ar)









