PTPN IV PalmCo Uji Tanam Kedelai di Lahan Replanting Sawit Sumut

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo resmi memulai program tanam kedelai di Kebun Adolina Regional II PTPN IV PalmCo, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (28/8/2026).(poto: jambilink.id).

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo resmi memulai program tanam kedelai di Kebun Adolina Regional II PTPN IV PalmCo, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (28/8/2026).(poto: jambilink.id).

Serdang Bedagai, oegopost.id – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo resmi memulai program tanam kedelai lahan replanting seluas 1.000 hektare di Sumatera Utara. Manajemen memusatkan penanaman perdana tersebut di Kebun Adolina Regional II PTPN IV PalmCo, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (28/8/2026).

Langkah strategis ini mengoptimalkan areal perkebunan yang sedang memasuki masa transisi peremajaan pohon kelapa sawit. Perusahaan mendukung penuh upaya pemerintah memperkuat produksi pangan nasional sekaligus menekan ketergantungan impor.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa menegaskan proyek percontohan ini merupakan bentuk nyata komitmen korporasi. Pihaknya menjalankan arahan Presiden melalui Menteri Pertanian untuk mendongkrak pasokan kedelai dalam negeri.

Tim teknis memanfaatkan jeda waktu sekitar enam bulan sebelum bibit kelapa sawit baru ditanam kembali. Ruang kosong pada periode transisi konversi tersebut menjadi area produktif untuk budidaya tanaman sela.

PalmCo menjalankan proyek tahap awal ini untuk menguji kelayakan teknis serta menghitung efisiensi biaya operasional. Evaluasi mendalam akan menentukan potensi pengembangan komersial secara lebih luas di masa mendatang.

Jatmiko menyebutkan bahwa ekspansi lanjutan bakal mengacu pada hasil evaluasi komprehensif di lapangan. Pihaknya siap memperluas areal tanam sesuai arahan Danantara jika proyek percontohan ini terbukti berhasil.

Baca Juga :  Puluhan Hektare Sawah Tanjabbar Mengalami Fuso

Perusahaan Memilih Varietas Grobogan untuk Memaksimalkan Panen

Manajemen memilih kedelai varietas Grobogan karena memiliki potensi produktivitas hingga 2 ton per hektare. Varietas unggul ini menawarkan masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar 85 hingga 90 hari saja.

Siklus tumbuh yang cepat sangat cocok mengisi masa transisi sebelum penanaman kembali kelapa sawit dimulai. Namun, manajemen tetap menunggu hasil panen aktual untuk memastikan realisasi potensi produksi tersebut.

Pemerintah mendorong peningkatan produksi nasional akibat ketergantungan pasokan kedelai impor yang masih sangat tinggi. Data mencatat defisit kedelai Indonesia mencapai rata-rata 2,5 juta ton per tahun dalam lima tahun terakhir.

Perwakilan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Arif Muliawan menyambut positif langkah responsif PTPN IV PalmCo. Pihaknya mengapresiasi komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional secara konsisten.

Kementerian Pertanian berharap keberhasilan proyek percontohan di Serdang Bedagai ini menjadi acuan bagi perusahaan perkebunan lain. Model optimalisasi lahan semacam ini berpotensi besar untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

Skema Optimalisasi Lahan Tetap Mempertahankan Tanaman Sawit Utama

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H Damanik mengingatkan pentingnya kesiapan off-taker penyerap hasil panen. Kepastian pasar menjadi kunci utama agar peningkatan produksi tidak menghadapi kendala di sektor hilir.

Baca Juga :  Faperta UNJA Kenalkan FEROTRAP Bantu Petani Sawit Muaro Jambi

Pembentukan ekosistem usaha yang solid harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tingkat petani. Tanpa penyerapan pasar yang jelas, keberhasilan budidaya di lapangan akan menghadapi risiko kegagalan bisnis.

Program inovatif ini tidak mengubah peruntukan utama lahan sawit menjadi perkebunan kedelai secara permanen. Kedelai hanya mengisi ruang dan waktu ketika areal perkebunan memasuki masa jeda peremajaan.

Setelah masa transisi selesai, pengelola kebun akan mengembalikan fungsi lahan sesuai rencana awal penanaman sawit. Konsep efisien ini menggabungkan optimalisasi ruang dan waktu tanpa mengganggu siklus utama perkebunan.

Skema baru ini membuktikan bahwa satu area perkebunan mampu memberikan manfaat ganda dalam periode berbeda. Perusahaan tetap menjaga produktivitas perkebunan sekaligus menyumbang hasil nyata bagi ketahanan pangan nasional.

Hasil evaluasi proyek 1.000 hektare ini akan menjadi penentu utama arah kebijakan ekspansi berikutnya. Manajemen memfokuskan perhatian pada ketercapaian target produktivitas, ketepatan biaya, serta ketersediaan pasar penyerap.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pabrik Pupuk Palsu di Bandung Barat Terbongkar, Capai 5 Ton Sehari
LTT Padi Jambi Lampaui Target, 123 Hektare Terancam Kering
Sinergi Pusat dan Daerah Salurkan Bantuan Traktor Merangin
Kemarau Panjang Landa Muara Bulian, Ratusan Hektare Sawah Kekeringan di Batanghari Terancam Gagal Panen
Wali Kota Sungai Penuh Dukung Pengembangan Sektor Perkebunan di Festival Kopi Kerinci 2026
Puluhan Hektare Sawah Tanjabbar Mengalami Fuso
Babinsa Tebo Dampingi Penyerapan Gabah Petani Desa Kemantan
Pemkot Sungai Penuh Dorong Pertanian Lewat Bibit Kopi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Pabrik Pupuk Palsu di Bandung Barat Terbongkar, Capai 5 Ton Sehari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:48 WIB

LTT Padi Jambi Lampaui Target, 123 Hektare Terancam Kering

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Sinergi Pusat dan Daerah Salurkan Bantuan Traktor Merangin

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kemarau Panjang Landa Muara Bulian, Ratusan Hektare Sawah Kekeringan di Batanghari Terancam Gagal Panen

Sabtu, 19 September 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Dukung Pengembangan Sektor Perkebunan di Festival Kopi Kerinci 2026

Berita Terbaru

Suasana pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saat IHSG melonjak hingga 2,76 persen.(poto: AI).

Ekonomi

IHSG Hari Ini Tembus Level 5.000, Rupiah Justru Melemah

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:31 WIB

Seorang pekerja memeriksa status penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui smartphone di sela jam istirahat.(poto: AI).

Ekonomi

Cara Cek BSU November 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:27 WIB