Tebo, oegopost.id – Petugas Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal mengawal proses penyerapan gabah kering panen milik petani di Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo. Langkah nyata ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.
Koptu Dedi Antoni Sitorus mendampingi langsung para petani saat menyerahkan hasil panen mereka pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan pengawalan tersebut berlangsung di area lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Rimbo Pulai.
Pengawalan Panen Gabah Petani Tebo Ilir Jambi
Para petani setempat berhasil mencatatkan total hasil panen gabah yang sangat melimpah. Dari seluruh areal sawah yang digarap, mereka mengumpulkan gabah sebanyak 1.377 ton.
Perum Bulog langsung menyerap seluruh hasil panen tersebut dengan harga Rp6.500 per kilogram. Skema pembelian ini memberikan jaminan harga yang stabil dan menghindarkan petani dari permainan harga tengkulak.
Langkah penyerapan oleh lembaga pemerintah ini memberikan kepastian pasar yang sangat dibutuhkan para petani. Di sisi lain, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga pangan nasional tetap terkendali.
Para anggota kelompok tani tidak menjual seluruh hasil panen mereka ke pihak penyerap. Mereka menyisihkan sebagian kecil gabah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi anggota keluarga di rumah.
Anton, salah seorang petani setempat, mengaku sangat lega dengan kehadiran program penyerapan ini. Penjualan hasil tani kini berjalan jauh lebih cepat dan transparan tanpa hambatan.
Pria itu merasa sangat bersyukur karena panen padi mereka mendapat kepastian pembeli secara langsung. Pendampingan petugas membuat proses transaksi penimbangan hingga pembayaran berlangsung aman dan tenang.
Dukungan Babinsa Terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional
Koptu Dedi Antoni Sitorus menegaskan komitmennya untuk terus mengawal rantai distribusi hasil pertanian warga. Dia memastikan seluruh tahapan penjualan berjalan mulus sesuai dengan tata cara yang berlaku.
Babinsa ini terlibat aktif mulai dari proses pemotongan padi, penimbangan berat gabah, hingga pengangkutan menuju truk Bulog. Pengawasan melekat ini mencegah potensi kerugian yang bisa menimpa para petani setempat.
Kegiatan pendampingan lapangan di tingkat desa ini menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan nasional. Selain itu, aksi nyata ini berhasil mempererat tali silaturahmi antara personel TNI dan warga desa.
Dedi berjanji akan terus hadir mendampingi para petani dalam setiap musim tanam dan panen. Sektor pertanian memegang peranan kunci sebagai tulang punggung ketersediaan pangan di daerah tersebut.
Sinergi yang kuat antara kelompok tani, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci utama keberhasilan panen raya ini. Kerja sama lintas sektor ini memicu peningkatan produksi beras yang lebih berkualitas pada masa mendatang.
Para petani di Desa Kemantan kini menatap masa depan pertanian mereka dengan lebih optimistis. Dukungan penuh dari berbagai pihak membuat kegiatan bersawah menjadi profesi yang makin menjanjikan kesejahteraan.(ar)









