Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi menggelar ibadah Salat Istisqa Kota Jambi bersama jajaran Forkopimda dan ribuan warga pada Kamis. Langkah ini menjadi bentuk ikhtiar lahir dan batin untuk mengatasi kemarau panjang serta bencana kebakaran hutan dan lahan.
Bencana karhutla yang memicu pencemaran udara parah membuat kualitas udara di wilayah Kota Jambi kian memburuk. Masyarakat berbondong-bondong memadati lapangan untuk memohon ampunan sekaligus mengharapkan rahmat pertolongan Allah SWT.
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. hadir langsung memimpin barisan pejabat pemerintah setempat. Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. juga mendampingi jajaran ASN, tokoh agama, serta elemen masyarakat.
Tuan Guru H. Ramzi Sulaiman bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat yang berlangsung khusyuk tersebut. Sementara itu, Ustaz Prof. Dr. Supian Ramli, M.Ag. menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui khutbahnya.
Jamaah menggemakan kalimat istighfar dan melantunkan doa secara bersama-sama di sepanjang rangkaian ibadah. Mereka menanggalkan segenap ego dan menyadari keterbatasan diri sebagai hamba di hadapan Sang Pencipta.
Ikhtiar Spiritual Memohon Rahmat Hujan Di Tengah Bencana Karhutla
Kemarau panjang telah memicu kenaikan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) akibat maraknya titik api karhutla. Kondisi ini mengancam kesehatan warga dengan meningkatnya risiko penyakit ISPA, konjungtivitis, hingga gangguan pencernaan.
Penyusutan permukaan air tanah juga memaksa PDAM mendistribusikan 35 tangki air bersih setiap hari. Pemerintah daerah terus mengupayakan pasokan air agar kebutuhan dasar warga sehari-hari tetap terpenuhi.
Maulana menegaskan bahwa momentum ibadah ini bukanlah ajang seremoni atau perayaan formal semata. Menurutnya, manusia tidak memiliki daya dan kekuatan tanpa pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia mengajak seluruh warga untuk memperbanyak sedekah, zikir, serta memperbaiki pola interaksi dengan lingkungan sekitar. Langkah nyata menjaga kebersihan drainase dan sungai menjadi bagian penting dari ikhtiar memohon keberkahan.
Panitia juga menghadirkan hewan ternak seperti sapi dan kambing di lokasi pelaksanaan ibadah. Kehadiran hewan tersebut mengikuti panduan serta tuntunan pelaksanaan salat pemohon hujan yang telah ditetapkan.
Jamaah Kumpulkan Infak Dan Bersyukur Hujan Turun Sore Harinya
Khatib Supian Ramli menyebut agenda ibadah ini sebagai sarana revolusi spiritual total bagi seluruh jamaah. Ia meminta warga membuang jauh sifat sombong dan memperbanyak taubat nasuha agar doa cepat diijabah.
Acara kemudian berlanjut dengan penggalangan dana kemanusiaan melalui program resmi Baznas Kota Jambi. Panitia berhasil mengumpulkan infak dan sedekah dari jamaah senilai Rp10.710.600 untuk menyokong program keumatan.
Pemerintah kota tidak lupa mengingatkan warga agar selalu bersikap waspada terhadap potensi kebakaran susulan. Petugas melarang keras aktivitas pembakaran lahan, pembuangan sampah sembarangan, hingga pelemparan puntung rokok berapi.
Sinergi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan warga menjadi kunci utama dalam memadamkan titik api. Seluruh elemen masyarakat memegang peran vital untuk melindungi kawasan dari bahaya polusi udara yang parah.
Kegembiraan warga pecah ketika hujan berkadar ringan hingga lebat akhirnya mengguyur Kota Jambi pada sore harinya. Turunnya presipitasi ini menjadi jawaban atas doa bersama sekaligus menekan pencemaran udara secara signifikan.(ar)









