Jambi, oegopost.id – Musim kemarau panjang mulai berdampak nyata terhadap keandalan suplai pasokan air minum bagi warga Kota Jambi. Penurunan debit air baku Sungai Batanghari secara drastis memaksa petugas mengoptimalkan pengolahan dan menyiagakan armada untuk pasok air bersih gratis kepada warga terdampak.
Kondisi alam tersebut memicu tingkat kekeruhan air meningkat cukup signifikan dari kondisi normal harian. Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi langsung merespons situasi ini dengan melakukan penyesuaian teknis pada seluruh sistem operasional pengolahan.
Langkah penyesuaian operasional di Instalasi Pengolahan Air (IPA) berdampak langsung pada tekanan air pelanggan. Sebagian warga mengalami penurunan tekanan pipa, kondisi air keruh, hingga penghentian aliran sementara waktu.
Manajemen Perumdam Tirta Mayang menetapkan skema prioritas bantuan bagi wilayah yang mengalami mati air mendalam. Layanan tangki menyasar kawasan pelanggan yang terdampak penghentian pasokan lebih dari $1 \times 24$ jam.
Penghentian Aliran Terjadi Pada Wilayah Pelayanan Utama
Penurunan produksi air baku ini berdampak langsung pada area operasional IPA Tanjung Sari serta IPA Broni 2. Wilayah ujung jaringan pipa distribusi menjadi zona paling rentan mengalami gangguan pasokan air bersih secara langsung.
Petugas memetakan lima wilayah kecamatan utama yang merasakan dampak penurunan tekanan dan penghentian aliran air. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Palmerah, Jambi Selatan, Jambi Timur, Jelutung, hingga wilayah Kecamatan Kotabaru.
Di Kecamatan Palmerah, wilayah terdampak mencakup Kelurahan Talang Bakung, Bakung Jaya, serta area pemukiman Payo Selincah. Sementara di Jambi Selatan, gangguan meluas hingga Kelurahan Wijaya Pura, Thehok, dan kawasan Pasir Putih.
Kecamatan Jambi Timur mencatat area terdampak paling banyak, meliputi Budiman, Kasang Jaya, Talang Banjar, Tanjung Pinang, Tanjung Sari, Rajawali, dan Sulanjana. Wilayah Jelutung mencakup Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, serta Cempaka Putih.
Adapun untuk Kecamatan Kotabaru, penyesuaian aliran menyasar warga Kelurahan Simpang III Sipin, Sukakarya, serta kawasan Kenali Asam Bawah. Seluruh titik tersebut mendapatkan pemantauan ketat dari tim lapangan selama penyesuaian berlangsung.
Layanan Tangki Gratis Siap Melayani Pengaduan Masyarakat
Manajemen Perumdam Tirta Mayang menyediakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air minum secara cuma-cuma. Bantuan ini menjadi bentuk komitmen penuh perusahaan dalam menjaga kelangsungan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Jambi.
Masyarakat dapat mengakses pusat bantuan darurat ini melalui panggilan telepon seluler maupun saluran pesan singkat. Petugas menyiagakan saluran telepon di nomor 0821-2121-9894 untuk menerima permintaan pengiriman tangki air bersih.
Selain panggilan suara, pelanggan dapat mengirimkan pengaduan melalui nomor WhatsApp resmi di 0821-2121-9692. Layanan pesan ini menampung setiap keluhan terkait air keruh maupun laporan aliran pipa yang mati total.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran dalam menghadapi krisis kemarau. Pihaknya terus mengerahkan segala kapasitas demi mempertahankan kualitas dan kuantitas produksi air bersih.
“Kami memahami kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Oleh karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar pelayanan berjalan optimal, kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung dan selalu menampung persediaan air untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Arianto.
Tim Kesiapsiagaan Dibentuk Guna Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Perumdam Tirta Mayang merespons cepat situasi darurat ini dengan membentuk Tim Kesiapsiagaan dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kering. Tim khusus ini bekerja secara terpadu untuk memastikan seluruh langkah penanganan berjalan terukur dan cepat.
Tugas pertama tim khusus ini memantau kondisi debit dan tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari secara berkala. Pemantauan kontinu membantu teknisi menentukan dosis bahan pengolah air yang tepat sesuai tingkat kekeruhan.
Tugas kedua fokus menjaga pendistribusian air bersih perpipaan agar tetap mengalir proporsional ke rumah warga. Tim mengatur tekanan jaringan secara presisi untuk meminimalkan risiko kerusakan pipa dan kebocoran sistem.
Tugas ketiga menargetkan kecepatan merespon setiap laporan pengaduan masyarakat sekaligus menginformasikan pembaruan kondisi pelayanan. Informasi yang transparan membantu warga mengantisipasi gangguan pasokan sejak awal secara mandiri.
Tugas keempat memastikan operasional instalasi pengolahan air beserta unit Intake tetap berfungsi secara maksimal. Pemeliharaan rutin mesin pompa dilakukan tanpa menghentikan total seluruh proses pengolahan air minum.
Tugas kelima menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada pelanggan di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak. Tim siaga terus mengoperasikan mobil tangki hingga kondisi debit air baku Sungai Batanghari kembali normal.(ar)









