Merangin, oegopost.id – Tim evaluator kawasan Geopark Merangin Jambi UNESCO kembali mendatangi objek wisata alam untuk menilai kekayaan geologi daerah setempat. Pakar geologi dunia asal Korea Selatan, Prof. Dr. Yongmun Jeon, mengagumi keunikan batuan penyusun tebing Air Terjun Serintik Hujan Paneh saat meninjau Desa Talang Paruh, Kecamatan Lembah Masurai, pada Rabu (12/8).
Tokoh pakar vulkanologi serta petrologi dari Jeju Island UNESCO Global Geopark tersebut menunjukkan antusiasme tinggi tatkala melangkah masuk ke area geosite. Beliau langsung menyusuri area sekitar air terjun demi mengamati secara dekat karakter batuan vulkanik purba yang membentang luas.
Tim Evaluator Dunia Sambangi Kawasan Geopark Merangin Jambi
Latar belakang keahlian dalam riset bentang alam purba mendorong Prof. Yongmun Jeon mengajukan pertanyaan spesifik mengenai sejarah pembentukan tebing. Beliau meminta Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Merangin-Jambi, Wiki, untuk menerangkan proses geologi yang melatarbelakangi kemunculan situs tersebut.
Pakar lokal Wiki menyambut permintaan tersebut dengan memaparkan uraian rinci mengenai asal-usul material pembentuk dinding air terjun. Penjelasan teknis tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika alam yang terjadi di kawasan Lembah Masurai pada masa lampau.
Pendamping evaluator, Mr. Nicolas Klee, juga menyimak seluruh pemaparan materi geologi tersebut bersama rombongan tim penilai. Kehadiran para evaluator internasional ini memperkuat posisi kawasan tersebut dalam peta situs geologi bernilai tinggi di tingkat dunia.
Keunikan Dinding Batuan Andesit Basalt Hasil Erupsi Purba
Wiki menjelaskan bahwa batuan yang menyusun dinding tebing Air Terjun Serintik Hujan Paneh tergolong jenis batuan beku vulkanik andesit-basalt. Kombinasi aktivitas tektonik wilayah setempat serta letusan dahsyat Gunung Masurai pada masa lalu melahirkan formasi batuan kokoh tersebut.
Aliran Sungai Tenok melintas persis di atas hamparan dasar batuan vulkanik serta lapisan lava breksi yang mengeras. Interaksi antara aliran air sungai dan material vulkanik purba menciptakan bentang alam yang sangat khas serta menyajikan pemandangan alami.
Letusan purba Gunung Masurai memuntahkan material cair dalam jumlah besar yang kemudian menutupi kawasan Lembah Masurai. Aktivitas vulkanik tersebut meninggalkan rekam jejak geologi bernilai ilmiah tinggi yang tetap terpelihara dengan baik hingga saat ini.
Proses Panjang Pembentukan Kekar Kolom Tebing Air Terjun
Proses pendinginan lava yang berlangsung secara perlahan memicu pengerutan pada massa batuan hingga menciptakan retakan teratur. Tekanan dari aktivitas tektonik yang kuat menyempurnakan pembentukan pola geometris bersudut yang dikenal sebagai kekar kolom atau columnar joint.
Pilar-pilar batu bersudut tersebut kini berdiri tegak menyusun dinding tebing dan menahan hempasan air terjun. Keberadaan struktur kekar kolom berbentuk tiang simetris menjadi magnet utama yang menarik perhatian para ilmuwan serta wisatawan.
Fenomena geologi di Lembah Masurai ini membuktikan sejarah panjang keterkaitan antara vulkanisme purba dan kondisi bentang alam masa kini. Pemerintah daerah bersama badan pengelola terus menjaga kelestarian situs penting ini agar nilai ilmiahnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Penilaian positif dari pakar internasional memberikan dorongan kuat bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Merangin. Keindahan alam serta kekayaan sejarah bumi di Air Terjun Serintik Hujan Paneh menegaskan potensi besar daerah ini di panggung global.(ar)









