Merangin, oegopost.id – Tim evaluator dunia resmi menjalankan agenda Revalidasi UNESCO Goa Tiangko di Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi. Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan Geopark Merangin Jambi agar tetap bertahan dalam jejaring internasional.
Dua pakar geologi dunia memimpin langsung proses penilaian di situs bersejarah ini pada Selasa, 11 Agustus 2026. Mereka adalah Profesor Doktor Yongmun Jeon dari Jeju Island Geopark Korea Selatan dan Mr Nicolas Klee dari Monts D’Ardeche Geopark Prancis.
Sejumlah pejabat daerah serta pengelola kawasan turut mendampingi rombongan selama peninjauan berlangsung. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Yanto Manurung serta Kepala BKSDA Wilayah I Jambi Ikawa hadir mengawal jalannya kegiatan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi mengutus Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Novita Erlinda untuk menyambut tim penilai. General Manager Geopark Merangin Agus Zainudin bersama Kepala Disparpora Merangin Suherman juga ikut mengarahkan rombongan.
Jajaran Polres Merangin dan Dinas Perhubungan Merangin membantu kelancaran seluruh rangkaian peninjauan di lokasi. Pengawasan ketat memastikan seluruh proses evaluasi berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan protokol revalidasi.
Peninjauan Lanskap Karst Dan Potensi Geologi Goa Tiangko
Kedua evaluator internasional menyusuri setiap sudut kawasan Goa Tiangko dengan antusiasme sangat tinggi. Mereka mengamati secara langsung keanekaragaman geologi serta keunikan struktur lanskap alam yang membentang di area tersebut.
Gua bersejarah ini menyajikan tebing batu karst megah yang berdiri berdampingan dengan bentang alam sekitar. Hamparan ladang warga serta aliran saluran irigasi sawah tradisional semakin memperkaya keindahan lanskap geosite ini.
Tim penilai mengagumi perpaduan harmonis antara situs geologi purba dan kehidupan agraris masyarakat setempat. Keunikan interaksi budaya dan alam tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penilai luar negeri.
Meski memberikan pujian terhadap keaslian geosite, kedua evaluator tetap memberikan catatan evaluasi yang kritis. Mereka menyoroti perlunya perbaikan tata kelola kawasan serta peningkatan fungsi edukasi bagi publik.
Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi langsung merespons pertanyaan teknis dari tim evaluator secara rinci. Penjelasan detail mengenai sejarah serta pelestarian situs berhasil meyakinkan para penilai internasional.
Penguatan Sarana Edukasi Dan Informasi Penting Bagi Publik
Yongmun Jeon menegaskan bahwa keberadaan geosite tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan penelitian ilmiah semata. Kawasan geopark harus bertransformasi menjadi sarana pembelajaran terbuka yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Edukasi publik menjadi pilar utama dalam pengembangan taman bumi berstandar internasional di setiap negara. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas informasi yang informatif menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan geosite.
“Geopark tidak hanya penting untuk geologi dan penelitian, tetapi juga penting untuk para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” kata Yongmun Jeon di lokasi. Ia menambahkan bahwa pengelola sebaiknya memasang papan informasi yang menceritakan sejarah goa serta proses pembentukan stalaktit dan stalakmit.
Saran tersebut menjadi acuan penting bagi pengelola untuk segera menambah media edukasi di sekitar gua. Kehadiran papan informasi yang lengkap akan membantu pengunjung memahami proses pembentukan batuan secara ilmiah.
Pengembangan kapasitas edukasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat lokal dapat mengambil peran aktif sebagai pemandu maupun pelindung warisan geologi tersebut.
Optimisme Geopark Merangin Pertahankan Status Dunia Dari UNESCO
Goa Tiangko memegang peranan kunci sebagai salah satu geosite unggulan di dalam jejaring Geopark Merangin Jambi. Kawasan ini menyimpan nilai sejarah, arkeologi, dan geologi yang sangat tinggi bagi peradaban manusia.
Keberhasilan proses revalidasi ini akan menentukan posisi Geopark Merangin di tingkat dunia. Pengelola bersama pemerintah daerah terus menyempurnakan seluruh fasilitas pendukung demi memenuhi standar ketat UNESCO.
General Manager Geopark Merangin Agus Zainudin menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh proses penilaian yang berlangsung. Pihaknya terus berkomitmen melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh para evaluator.
Agus merasa sangat yakin bahwa kawasan ini mampu mempertahankan predikat bergengsi dari lembaga dunia tersebut. Kekayaan potensi alam dan kesiapan pengelola menjadi modal utama dalam menghadapi proses evaluasi ini.
“Kami optimistis Geopark Merangin lolos,” tegas Agus Zainudin saat memberikan keterangan resmi di sela-sela peninjauan. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta masyarakat lokal semakin memperkuat langkah pengelola.(ar)









