Jakarta, oegopost.id – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Xpeng, tengah mempercepat rencana ekspansinya di pasar Eropa dengan menjajaki kemungkinan akuisisi pabrik milik Volkswagen.
Perusahaan aktif melakukan pembicaraan untuk mendapatkan fasilitas produksi yang sudah ada di kawasan tersebut.
Direktur pelaksana Xpeng untuk Eropa Timur Laut, Elvis Cheng, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan Volkswagen dalam forum industri otomotif.
Ia menegaskan bahwa Xpeng membutuhkan basis produksi yang lebih kuat di Eropa untuk mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan listrik mereka.
fasilitas lama volkswagen jadi pertimbangan strategi
Dalam pembicaraan tersebut, Xpeng menilai beberapa pabrik Volkswagen sudah berusia tua dan tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan produksi kendaraan listrik modern.
Xpeng memandang teknologi dan standar produksi EV saat ini menuntut fasilitas yang lebih fleksibel dan efisien.
Karena itu, Xpeng mempertimbangkan dua opsi utama. Perusahaan dapat mengakuisisi pabrik yang sudah ada, atau membangun fasilitas baru dari awal jika kesepakatan dengan Volkswagen tidak tercapai.
Xpeng menegaskan bahwa mereka tetap akan memperluas kapasitas produksi di Eropa apa pun hasil negosiasi tersebut.
lonjakan ekspor dorong kebutuhan kapasitas tambahan
Xpeng mencatat peningkatan ekspor yang cukup tajam sepanjang 2026.
Pada April 2026, perusahaan mengirim 6.006 unit kendaraan ke luar negeri, meningkat 28 persen dibanding bulan sebelumnya dan naik 62 persen dibanding April 2025.
Dalam empat bulan pertama tahun 2026, Xpeng berhasil mengekspor 17.563 unit kendaraan listrik, atau tumbuh 55 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini mendorong lini produksi perusahaan bekerja mendekati kapasitas maksimum, sehingga Xpeng membutuhkan tambahan fasilitas untuk menjaga kelancaran pasokan global.
produksi lokal jadi strategi hadapi tarif eropa
Untuk memperkuat posisinya di pasar Eropa, Xpeng juga menjalankan produksi lokal melalui kerja sama dengan Magna Steyr di Graz, Austria.
Pabrik tersebut sudah memproduksi SUV listrik G6 dan G9 sejak 2025, serta melakukan uji produksi sedan P7+.
Langkah produksi lokal ini membantu Xpeng menghindari tarif impor Uni Eropa yang dapat mencapai 35,5 persen untuk kendaraan listrik asal Tiongkok.
Dengan strategi ini, Xpeng dapat menjaga harga tetap kompetitif di pasar Eropa.
persaingan produsen china di eropa semakin ketat
Selain Xpeng, produsen lain seperti BYD juga memperluas kehadiran mereka di Eropa.
BYD membangun pabrik di Hungaria dan Turki serta menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan otomotif Eropa untuk memperkuat rantai produksinya.(ar)









