Jakarta, oegopost.id – CEO Mark Zuckerberg menegaskan bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru di Meta Platforms terjadi karena perusahaan meningkatkan investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI).
Ia juga membuka peluang adanya tambahan pemangkasan tenaga kerja ke depan.
Fokus Anggaran Beralih ke Infrastruktur AI
Zuckerberg menyampaikan langsung kebijakan ini dalam pertemuan internal bersama karyawan. Ia menjelaskan bahwa Meta saat ini membagi pengeluaran utama pada dua sektor, yakni infrastruktur komputasi dan sumber daya manusia.
Menurutnya, peningkatan investasi di satu sektor membuat perusahaan harus mengurangi alokasi di sektor lain. Karena itu, Meta mengambil langkah merampingkan jumlah karyawan agar strategi bisnis tetap berjalan optimal.
PHK Tidak Dipicu Penggunaan AI Internal
Zuckerberg menegaskan bahwa PHK tidak berkaitan dengan dorongan penggunaan AI di internal perusahaan. Ia memastikan kebijakan efisiensi ini juga tidak berhubungan dengan pengembangan agen AI otonom.
Ia justru mendorong seluruh karyawan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Potensi PHK Tambahan Masih Terbuka
Meski sudah merencanakan pemangkasan sekitar 8.000 karyawan atau 10% dari total tenaga kerja, Zuckerberg tidak menutup kemungkinan adanya gelombang PHK lanjutan. Ia menyebut perusahaan masih akan melihat perkembangan ke depan sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Pemantauan Karyawan Picu Kritik Internal
Selain melakukan efisiensi, Meta juga mulai melacak aktivitas karyawan, seperti klik dan penggunaan aplikasi. Perusahaan memanfaatkan data tersebut untuk melatih sistem AI.
Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan internal. Sejumlah karyawan menyampaikan kritik melalui forum komunikasi perusahaan.
Jumlah Karyawan dan Sejarah PHK Meta
Meta sebelumnya telah memangkas 11.000 karyawan pada November 2022, lalu kembali mengurangi 10.000 pekerja beberapa bulan setelahnya. Hingga akhir 2025, perusahaan ini masih mempekerjakan sekitar 79.000 orang.
CFO Susan Li menyatakan bahwa Meta belum dapat memastikan jumlah ideal karyawan di masa depan, seiring perubahan strategi bisnis yang terus berkembang.(ar)









