Jambi, oegopost.id – SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd. memperkuat standar keselamatan kerja di wilayah operasional hulu migas. Langkah strategis ini mewujud melalui penyelenggaraan lokakarya penyegaran prosedur evakuasi medis darurat di Rec Hall BGP.
Kegiatan intensif selama dua hari pada Sabtu hingga Minggu tersebut berfokus pada percepatan waktu respons (response time) penanganan kondisi krisis. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk meminimalkan risiko bahaya saat terjadi insiden di lapangan.
Puluhan personel kesehatan dari berbagai titik operasional antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan intensif ini. Peserta terdiri dari tenaga medis internal PetroChina di area camp dan marine, hingga tim medis di menara pengeboran RIG-26.
Chief Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd., dr. Sugih Firman, MKK, menegaskan pentingnya penyegaran penanganan medis darurat ini secara berkala. Kesigapan tim garda terdepan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pekerja saat menghadapi situasi kritis.
PetroChina menggandeng instruktur berpengalaman dari PT Cakra Medika Jakarta, dr. M. Arief Novianto, MKK, Sp.Ok, untuk mengisi materi teoritis dan praktis. Kolaborasi ini bertujuan memastikan seluruh tenaga medis memiliki pemahaman standar yang sama dalam mengeksekusi tindakan darurat.
Para peserta mempraktikkan langsung teknik penilaian awal pasien gawat darurat serta prosedur stabilisasi kondisi korban kecelakaan kerja. Selain itu, instruktur membekali peserta dengan skenario evakuasi darurat memanfaatkan jalur transportasi darat, laut, maupun udara.
Sinergi Sistem Tanggap Darurat Mencegah Fatalitas Kerja
Manajemen PetroChina menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Cakra Medika dalam mendukung peningkatan kapasitas para pekerja medis. Pelatihan ini memperkuat keterampilan teknis para personel kesehatan yang bertugas di area tinggi risiko seperti RIG pengeboran.
dr. Sugih berharap transfer pengetahuan ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh tim medis di lapangan hulu migas. Penerapan prosedur yang tepat dapat menekan angka fatalitas serta risiko kecacatan permanen akibat kecelakaan kerja.
Perwakilan PT Cakra Medika, dr. M. Arief Novianto, menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berkelanjutan. Penerapan K3 yang konsisten membutuhkan kesiapan tim tanggap darurat yang cekatan dan terlatih.
Penguasaan teknik evakuasi medis yang mumpuni secara langsung memangkas waktu tanggap dalam penanganan korban di lokasi kerja. Kesiapsiagaan ini mencakup pemakaian alat pelindung diri hingga eksekusi pertolongan pertama yang terukur sesuai standar operasional.
Seluruh peserta mengikuti simulasi lapangan interaktif dengan semangat tinggi untuk mengasah koordinasi antar fungsi. Sinergi yang kuat antar tim medis memperkokoh sistem tanggap darurat di seluruh wilayah operasi PetroChina Jabung, Provinsi Jambi.(ar)









