Kemarau Panjang Landa Muara Bulian, Ratusan Hektare Sawah Kekeringan di Batanghari Terancam Gagal Panen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi:Sawah retak akibat kemarau di Batanghari, Jambi. Petani terancam gagal panen karena pasokan air yang mengering parah.(poto: AI).

Ilustrasi:Sawah retak akibat kemarau di Batanghari, Jambi. Petani terancam gagal panen karena pasokan air yang mengering parah.(poto: AI).

Batang Hari, Oegopost.id – Kemarau panjang melanda Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, hingga memukul keras kehidupan para petani lokal. Ratusan hektare sawah kekeringan di Batanghari kini menghadapi ancaman gagal panen total akibat ketiadaan pasokan air.

Bencana kekeringan ini melanda kawasan persawahan produktif di Kecamatan Muara Bulian sejak empat bulan terakhir. Para petani setempat tidak mampu lagi menyelamatkan tanaman padi mereka yang mulai layu mengering.

Hamparan tanah persawahan di Desa Pasar Terusan tampak merekah dan terbelah karena sengatan cuaca panas. Saluran irigasi tradisional serta sumber mata air alami warga sudah berhenti mengalirkan air ke petak sawah.

Aliran sungai utama yang biasanya menjadi urat nadi pengairan sawah kini ikut menyusut drastis ke titik terendah. Akibatnya, lebih dari 300 hektare sawah produktif di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah tanpa sisa pasokan air.

Kondisi kritis ini membuat para petani terancam kehilangan mata pencaharian utama mereka pada musim panen kali ini. Mereka menanggung beban kerugian modal kerja yang sangat tinggi sejak masa pengolahan tanah awal.

Rony, salah seorang petani di Pasar Terusan, menceritakan kepedihan yang melanda para penggarap sawah tahun ini. Pasokan air yang lenyap membuat tanaman padi warga gagal tumbuh dan terancam mati sebelum mengeluarkan bulir.

“Kami sudah dipastikan akan gagal panen pada tahun ini,” tutur Rony saat meninjau petak sawahnya yang mengering kerontang.

Modal pembelian benih, biaya pupuk, hingga ongkos buruh tani yang telah keluar kini musnah tanpa hasil. Para petani hanya bisa menyaksikan tanaman padi mereka menguning sebelum waktu panen tiba.

Baca Juga :  IPC TPK Jambi Dorong Ekspor Kayu Manis Kerinci ke Pasar Global

Dampak Buruk Kekeringan Mengancam Produksi Beras Petani

Petani lain di kawasan Pasar Terusan bernama Maryam juga merasakan pukulan ekonomi serupa akibat krisis air ini. Ia memperkirakan hasil panen padinya musim ini anjlok bebas jika membandingkannya dengan perolehan musim panen lalu.

Hasil panen sawah miliknya kini diprediksi hanya tersisa sekitar 25 persen dari total panen tahun sebelumnya. Penurunan drastis tersebut langsung menekan kondisi ekonomi keluarga petani yang bergantung penuh pada penjualan beras.

Gabah yang tersisa dari panen minim itu hanya mampu mencukupi kebutuhan beras keluarga untuk beberapa bulan ke depan. Para petani terpaksa mencari peluang kerja sampingan lain demi membeli bahan pokok dan menutupi kebutuhan harian.

Kondisi ekonomi para keluarga petani kian terjepit karena cadangan gabah di lumbung rumah terus menipis. Ketidakpastian cuaca ekstrem memperpanjang beban hidup masyarakat pedesaan yang menggantungkan nasib pada sektor agraris.

Badan meteorologi memperkirakan musim kemarau di wilayah Kabupaten Batang Hari masih bertahan hingga akhir Oktober mendatang. Ketiadaan hujan dalam beberapa pekan ke depan berpotensi memperluas luasan lahan sawah yang mengalami puso.

Krisis air ini membuka fakta lemahnya ketahanan sektor pertanian lokal terhadap dampak perubahan iklim global. Sebagian besar lahan sawah rakyat masih bergantung penuh pada pasokan air hujan tanpa sarana penampung modern.

Petani di Muara Bulian sangat rentan terpuruk setiap kali musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya. Ketiadaan cadangan air cadangan membuat tanaman pangan langsung mati dalam hitungan minggu setelah hujan berhenti turun.

Baca Juga :  Pangdam XX/TIB dan Gubernur Jambi Sukses Gelar Panen Raya Padi Serentak Nasional Virtual

Petani Desak Pemerintah Daerah Bangun Solusi Irigasi

Maryam bersama ratusan petani lain mendesak Pemerintah Kabupaten Batang Hari segera turun tangan menangani krisis ini. Para penggarap membutuhkan langkah nyata dari instansi teknis untuk menyelamatkan sisa lahan pertanian yang masih hidup.

“Kami para petani berharap pemerintah dapat mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang, mulai dari bantuan bagi petani terdampak hingga pembangunan dan perbaikan sistem irigasi serta penyediaan sumber air alternatif,” tegas Maryam.

Bantuan sumur bor dan pompa air darurat menjadi penyelamat mendesak agar tanaman yang tersisa tidak mati kering. Petani juga membutuhkan suntikan modal benih baru untuk memulai kembali musim tanam berikutnya setelah kemarau reda.

Pemerintah daerah perlu memprioritaskan perbaikan permanen pada seluruh saluran irigasi primer dan sekunder di desa-desa sentra padi. Jaringan pengairan yang modern dan terawat baik akan mengalirkan air sungai secara merata ke sawah petani.

Penyediaan embung penampung air hujan juga menjadi jalan keluar penting untuk mengantisipasi siklus kemarau tahunan berikutnya. Penampungan air buatan mampu menyuplai air secara mandiri saat aliran sungai utama mulai mengering.

Para petani berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan merusak tatanan ekonomi pedesaan pada masa depan. Dukungan nyata pemerintah akan memulihkan produktivitas beras lokal sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Batang Hari.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Sungai Penuh Dukung Pengembangan Sektor Perkebunan di Festival Kopi Kerinci 2026
Puluhan Hektare Sawah Tanjabbar Mengalami Fuso
Babinsa Tebo Dampingi Penyerapan Gabah Petani Desa Kemantan
PTPN IV PalmCo Uji Tanam Kedelai di Lahan Replanting Sawit Sumut
Pemkot Sungai Penuh Dorong Pertanian Lewat Bibit Kopi
Pemkot Sungai Penuh Dorong Swasembada Pangan Modern
Optimalisasi Lahan Rawa Debai Perkuat Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh
Pemprov Jambi Gelar Penanaman Bawang Putih Serentak di Kerinci
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Dukung Pengembangan Sektor Perkebunan di Festival Kopi Kerinci 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 17:29 WIB

Puluhan Hektare Sawah Tanjabbar Mengalami Fuso

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14 WIB

Babinsa Tebo Dampingi Penyerapan Gabah Petani Desa Kemantan

Minggu, 13 September 2026 - 16:24 WIB

PTPN IV PalmCo Uji Tanam Kedelai di Lahan Replanting Sawit Sumut

Sabtu, 12 September 2026 - 20:45 WIB

Pemkot Sungai Penuh Dorong Pertanian Lewat Bibit Kopi

Berita Terbaru