Jakarta, oegopost.id – Perusahaan raksasa teknologi Roblox menyiapkan langkah besar yang akan mengubah peta distribusi game buatan para kreatornya. Lewat gelaran Roblox Developers Conference (RDC), mereka resmi mengumumkan inisiatif baru untuk merilis game standalone roblox everywhere di luar platform utama.
Langkah ekspansif ini memberi kebebasan penuh bagi para pengembang untuk mengemas karya mereka menjadi aplikasi mandiri. Hasilnya, judul-judul populer yang selama ini hanya ada di dalam aplikasi Roblox kini dapat menyapa pemain PC, mobile, hingga konsol.
Jalur distribusi baru ini membuka peluang emas bagi para pembuat konten untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Pemain juga tidak perlu lagi membuka aplikasi utama Roblox hanya untuk memainkan satu game favorit mereka.
Roblox Everywhere Siap Bawa Game Kreator Keluar Ekosistem Utama
Selama bertahun-tahun, Roblox hanya mengandalkan satu platform terpadu tempat pengembang membuat sekaligus membagikan karya mereka. Kehadiran program baru ini mendobrak batasan tersebut dan memberi ruang gerak yang lebih bebas bagi para pengembang independen.
Manajemen Roblox memang belum membeberkan daftar toko digital yang akan bekerja sama pada tahap awal peluncuran. Namun, mereka memastikan bahwa uji coba perdana akan melibatkan sekelompok pengembang dan storefront pilihan sebelum rilis secara umum.
Komunitas global langsung berspekulasi mengenai potensi hadirnya game-game ini di toko digital besar seperti Steam, Epic Games Store, hingga GOG. Meski publik menaruh harapan besar, pihak manajemen masih menyimpan rapat informasi mengenai mitra platform perdana mereka.
Dalam visi jangka panjangnya, Roblox ingin para pengembang bisa memasarkan game mandiri mereka ke sebanyak mungkin saluran distribusi. Langkah ini diyakini bakal menarik perhatian para gamer profesional yang terbiasa membeli game lewat platform konvensional.
Meskipun game buatan kreator nantinya beroperasi secara terpisah, aspek finansial tetap terikat pada ekosistem utama Roblox. Pengembang yang bergabung pada gelombang pertama tetap wajib mengikuti aturan pembagian pendapatan yang berlaku di dalam platform.
Sementara itu, syarat khusus program DevEx dengan tingkat pembayaran lebih tinggi tetap berlaku bagi pengembang berusia di atas 18 tahun di AS. Persyaratan tersebut mencakup proses verifikasi identitas resmi sebelum pencairan dana dilakukan.
Dukungan Browser Mode Offline Hingga Pencairan Uang Melalui Wallet
Selain pembaruan sistem distribusi, Roblox juga membawa angin segar lewat rentetan fitur fungsionalitas baru. Menjelang akhir 2026, para pemain dapat langsung menjajal permainan melalui peramban web seperti Google Chrome tanpa perlu mengunduh aplikasi.
Pengembang juga sedang merancang fitur mode offline untuk kategori single-player dengan target akses awal pada pertengahan 2027. Dari sisi alat pembuatan, Roblox menambahkan kamera ortografik, impor sprite sheet, hingga dukungan kecerdasan buatan berbasis prompt.
Sistem pencairan dana bagi para kreator turut mengalami perombakan besar melalui kehadiran fitur Roblox Wallet. Layanan ini memungkinkan pengembang menerima pembayaran langsung dalam mata uang riil mulai Desember mendatang untuk wilayah Amerika Serikat.
Perusahaan bahkan berencana meluncurkan kartu fisik Roblox Card pada 2027 mendatang. Kartu tersebut bisa digunakan oleh para kreator untuk berbelanja secara langsung di berbagai toko dan merchant yang mendukung.
Langkah berani ini meluncur di tengah laporan keuangan perusahaan yang mencatatkan lonjakan pendapatan hingga 36 persen menjadi US$1,5 miliar. Meski pendapatan meningkat, perusahaan tetap menghadapi tantangan berupa penurunan tingkat monetisasi per jam pada segmen pengguna muda.
CFO Roblox, Naveen Chopra, mengungkapkan bahwa perubahan algoritma rekomendasi dan pergeseran tren bermain menjadi pemicu utamanya. Lewat Roblox Everywhere, perusahaan optimistis dapat menggaet jutaan pemain baru dari pasar game konvensional.(ar)









