Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo menyampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bungo pada Selasa (8/9/2026).
Bupati Bungo H. Dedy Putra memimpin langsung penyerahan dokumen perencanaan anggaran tahunan tersebut di Ruang Rapat Utama DPRD.
Jajaran pimpinan dan anggota DPRD bersama unsur Forkopimda menyambut kehadiran jajaran Pemkab Bungo.
Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga camat se-Kabupaten Bungo turut menghadiri rapat paripurna tersebut.
Bupati Dedy Putra menegaskan penyerahan rancangan anggaran ini menjadi jembatan krusial.
Pemerintah daerah mengaitkan langsung dokumen perencanaan pembangunan dengan arah penyusunan anggaran mendatang.
Penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu penuh pada RKPD Kabupaten Bungo Tahun 2027.
Tim penyusun mempertimbangkan skala prioritas pembangunan serta kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dedy meminta seluruh jajaran memaksimalkan pemanfaatan anggaran daerah secara efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah daerah bertekad mengalirkan manfaat anggaran sebesar-besarnya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Bungo.
Pemkab Bungo Hadapi Tekanan Fiskal Ratusan Miliar
Dedy Putra membeberkan tantangan berat kondisi fiskal daerah yang kini menghadapi tekanan signifikan.
Kebijakan efisiensi anggaran serta pemotongan dana transfer pusat memicu penurunan pendapatan daerah secara drastis.
Pemerintah pusat mengurangi dana transfer untuk Kabupaten Bungo sekitar Rp156 miliar pada tahun 2026.
Di saat bersamaan, Pemkab Bungo menanggung kewajiban belanja pegawai yang cukup membengkak.
Alokasi pembayaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saja menyedot anggaran hingga Rp94 miliar.
Pemerintah daerah juga wajib menyelesaikan sejumlah beban keuangan daerah lainnya yang tidak bisa ditunda.
Akumulasi tekanan anggaran daerah jika membandingkan kondisi APBD 2025 dan 2026 mencapai Rp280 miliar.
Pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat dengan memperketat efisiensi belanja di seluruh lini sektor.
Tim anggaran memangkas pos belanja rutin seperti biaya perjalanan dinas dan penggunaan alat tulis kantor.
Penghematan ketat ini menyasar penggunaan kertas serta kegiatan operasional yang masih bisa dialokasikan ulang.
Evaluasi Ketat Seluruh Rencana Program Kerja OPD
Bupati Dedy Putra memimpin langsung proses evaluasi rencana kegiatan pada seluruh OPD.
Langkah tegas ini memastikan setiap program yang diusulkan memiliki manfaat serta dampak nyata.
Dedy memerintahkan setiap bidang teknis memaparkan secara langsung detail rancangan kegiatan mereka.
Pihaknya melarang keras pengajuan kegiatan yang sekadar menghabiskan atau memenuhi pagu anggaran belanja.
Setiap rupiah dari anggaran daerah wajib memberi dampak positif langsung bagi seluruh warga Kabupaten Bungo.
Rancangan KUA-PPAS 2027 memproyeksikan target pendapatan daerah mencapai angka sekitar Rp1,3 triliun.
Pemerintah daerah juga merencanakan total belanja daerah berada pada kisaran angka Rp1,3 triliun.
Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD akan membahas rincian anggaran masing-masing OPD secara mendalam.
Proses pembahasan terus mempertimbangkan perkembangan kebijakan transfer pusat serta kemampuan fiskal daerah.
Bupati Dedy Putra mengajak seluruh jenderal dan anggota DPRD memperkuat sinergi serta komunikasi konstruktif.
Pemerintah daerah berharap pembahasan anggaran berjalan transparan demi melahirkan kebijakan yang memihak rakyat.(ar)









