Jakarta, oegopost.id – Tim SAR gabungan langsung mengerahkan personel untuk mencari kapal rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Petugas Basarnas menyisir titik koordinat duga guna menemukan keberadaan kapal cepat tersebut.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengonfirmasi insiden maritim ini saat memberikan keterangan di Jakarta pada Selasa malam. Beliau menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa para insan pers tersebut.
Pihaknya memastikan seluruh tim gabungan terus bekerja maksimal di lapangan untuk melakukan penyisiran. Petugas menjadwalkan operasi pencarian lanjutan pada Rabu pagi guna mengoptimalkan upaya penyelamatan.
Tantangan Penyisiran Di Area Gunung Anak Krakatau
Proses pencarian di perairan Banten ini menghadapi hambatan cukup berat dari kondisi alam setempat. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan fluktuatif menjadi ancaman keselamatan bagi para penolong.
Edy menjelaskan bahwa perairan di sekitar gunung api tersebut sewaktu-waktu dapat menyemburkan material berbahaya. Oleh karena itu, seluruh personel di lapangan wajib mengedepankan aspek kehati-hatian selama bertugas.
Berdasarkan data Kantor SAR Banten, speedboat tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Para wartawan berencana meliput perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau langsung dari perairan.
Komunikasi terakhir para korban tercatat pada pukul 14.42 WIB saat mengirimkan share location kepada rekan media di Lampung. Namun, kapal mendadak hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.
Perluasan Jangkauan Armada Kapal Penyelamat Kantor Banten
Kepala Kantor SAR Banten Zainal Arifin mengabarkan bahwa tim penolong telah bergerak menyisir Pulau Krakatau hingga Pulau Panjang. Sayangnya, penyisiran yang berlangsung hingga Selasa pukul 18.15 WIB tersebut masih membuahkan hasil nihil.
Zainal merencanakan perluasan jangkauan area pencarian pada rute Carita menuju Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil setelah tim menganalisis rute perjalanan awal kapal cepat tersebut.
Basarnas mengerahkan sejumlah armada utama seperti KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten. Tim penyelamat juga membawa peralatan SAR air lengkap, perangkat medis, serta alat komunikasi canggih.
Operasi besar ini turut melibatkan personel Polairud Polda Banten untuk memperkuat jangkauan penyisiran laut. Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat mempercepat penemuan keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.
Data sementara Basarnas mencatat sedikitnya ada tujuh orang penumpang yang masuk dalam daftar pencarian. Rombongan tersebut terdiri dari para jurnalis media nasional serta pewarta foto berita.
Daftar korban hilang meliputi M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas). Sementara itu, dua orang penumpang lainnya masih menjalani proses pendataan identitas oleh petugas.(ar)









